“Termasuk di dalamnya, melakukan intensifikasi pemanfaatan lahan pertanian dan diversifikasi bahan pangan masyarakat, sekaligus langkah mencegah inflasi akibat harga bahan pangan yang fluktuatif,” lanjutnya.
Beranjak dari Jamur Labu, PJ. Bupati Meurah dan rombongan menuju hentian terakhir, kebun jeruk keprok milik Pak Sariman, seorang anggota Kelompok Tani Sehati, Kampung Ingin Jaya. Tiba di sana, PJ. Bupati Meurah bersama Ketua TP-PKK disambut langsung oleh Sariman bersama keluarganya yang langsung mengajak rombongan memetik sendiri jeruk keprok dari pohonnya.
Kepada PJ. Bupati Meurah, Sariman yang mengusahakan jeruk keprok di lahan seluas 1000 meter persegi itu menceritakan alasan kenapa ia menjadikan kebun miliknya sebagai wahana wisata buah. “Sederhana Pak Bupati, saya ingin semua orang yang berkunjung bisa menikmati buah jeruk keprok langsung dari pohonnya,” tukas Sariman.
Di sana, PJ. Bupati Meurah juga ikut menikmati sensasi memetik jeruk dan makan langsung di kebunnya. Sementara itu, Ketua TP-PKK, Zuraidah turut didampingi istri dan anak Sariman memetik jeruk keprok sembari bercerita tentang Usaha Tani jeruk yang sudah beberapa tahun ditekuni keluarganya. Dikatakan, para pengunjung bebas memetik buah untuk dimakan di areal kebun, namun harus membayar Rp10 ribu rupiah per kilonya ketika hendak membawanya sebagai buah tangan.




