Dalam kunjungan ke kebun jeruk keprok tersebut, PJ. Bupati Meurah mengapresiasi pengembangan Usaha Tani yang dilakukan Sariman. Dikatakan bahwa; konsep pengembangan wisata berbasis pertanian memang marak belakangan ini. “Ada macam-macam yang kita lihat, wisata buah, sawah atau peternakan. Tapi di Aceh Tamiang, baru ini yang saya kunjungi,” kata Meurah.
Lebih lanjut disebutkannya, konsep wisata buah yang dipraktikkan oleh Sariman menjadikan Usaha Tani memiliki nilai tambah, baik secara ekonomi dan sosial.
“Para pengunjung yang datang mendapatkan semuanya sekaligus di sini. Ada nilai pengalaman dan nilai edukasi di dalamnya,” terang Meurah lugas.
Dijelaskan, meningkatkan nilai tambah Usaha Tani memang memerlukan strategi dan perhitungan yang tepat serta langkah yang berani. Dikatakan Meurah, dirinya yakin para petani sebagai sokoguru ekonomi di perdesaan bisa melakukannya. “Para penyuluh dan petugas pertanian kita harus memberikan pendampingan yang optimal untuk mewujudkannya,” pungkas Meurah.
Karena kegembiraannya atas kunjungan PJ. Bupati ke kebun jeruk miliknya, ketika Pj. Bupati Meurah dan Ketua TP-PKK, Zuraidah berpamitan untuk pulang, pemilik kebun Sariman dan keluarganya menolak dibayar. Ia menghadiahkan semua jeruk yang dipetik rombongan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Tampak di antara rombongan adalah Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra, Muslizar, Asisten Perekonomian & Pembangunan Catur Haryati, Kabag Prokopim, Azwanil Fakhri, Camat unsur Forkopimcam dan jajaran Kantor Camat, sejumlah Datok Penghulu dalam Kecamatan Rantau, serta Kepala BPP dan sejumlah Penyuluh Pertanian yang bertugas di wilayah kerja Rantau. [Syawaluddin/Zuwan]




