Dicki Hendrian Pjs General Manager Zona 1 menyampaikan “Penghargaan yang telah peroleh ini merupakan bukti bentuk kepedulian dan komitmen kami terhadap masyarakat dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.”
Melalui program itu sebut Dicki, Pertamina berharap dapat meningkatkan kesediaan akses terhadap sumber energi bersih, khususnya bagi para penyandang disabilitas di Desa Tanjung Karang, dan masyarakat pada umumnya.
Dalam merencanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PT. PEP Rantau Field mempertimbangkan keselarasan program-program dengan rencana pembangunan pemerintah provinsi dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Program Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) Pada Pemberdayaan Masyarakat Difabel Aceh Tamiang menghadirkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 3 unit usaha yaitu Otomotif “Bengkel Difabel”, Kafe Ramah Difabel “Inklusi Coffee” dan Pengelolaan Limbah Cair Terpadu “Rumah Limbah Difabel” Desa Tanjung Karang,
Kecamatan Karang Baru, Provinsi Aceh.
Dengan kapasitas 4,91 Watt Peak (Wp) yang menghasilkan 6.320 Watt Hour (Wh) per tahunnya, PLTS ini tidak hanya mengurangi emisi hingga 6.383 kgCO2eq/tahun. tetapi juga menghemat biaya listrik hingga Rp9 juta per tahun. Ini adalah salah satu langkah dalam akselerasi transisi energi terbarukan dengan mengoptimalkan sumber daya energi lokal.





