Pengajian Selain Mazhab Syafi’ Dilarang, ISBAD Apresiasi Plt Gubernur Aceh

Jumat, 27 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua ISBAD Abdya, Tgk Syahrul Rizha

Ketua ISBAD Abdya, Tgk Syahrul Rizha

Abdya (MA) Larang pengajian dan kajian selain i’tiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah sebagaimana disebutkan dalam Surat Edaran nomor 450/21770 tanggal 13 Desember 2019 yang ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terus mendapatkan dukungan. Salah satunya, dari organisasi santri yang mengatasnamakan Ikatan Santri Aceh Barat Daya (ISBAD).

“Kami dari ISBAD sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Plt. Gubernur Aceh yang bertindak tegas terhadap kajian dan pengajian selain Ahlussunnah Wal Jamaah yang bersumber dari mazhab Syafi’iyah,” tegas Ketua ISBAD Tgk Syahrul Rizha.

BACA JUGA...  Forkab Aceh: Selamat Datang Brigjen Pol Wahyu Widada di Aceh

Menurutnya, langkah Plt. Gubernur Aceh itu sudah sangat tepat untuk ciptakannya kerukunan dalam beribadah khususnya di Aceh. “Langkah Plt Gubernur Aceh sudah sangat tepat dan harus dikawal bersama demi menghindari konflik ditengah-tengah masyarakat terkait berkembangnya sejumlah aliran seperti aliran Wahabi dan lainnya,” sebut Tgk Syahrul Rizha.

Lebih tegas, sebagai organisasi santri, ISBAD meminta kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Abdya kususnya dan masyarakat Aceh secara umum agar lebih serius dalam menanggapi masalah tersebut.

BACA JUGA...  Distannak Abdya kerahkan 27 Unit Traktor 4WD

“Kami siap untuk membantu semampu kami, karna ini  adalah tugas kita semua agar masyarakat bisa beritiqad Ahlusunnah Wal Jamaah yang bermazhab Syafi’ yang tidak bisa digoyong oleh ajaran manapun,” tegas Tgk Syahrul Rizha.

Pada kesempatan itu, Tgk Syahrul Rizha juga menyebutkan, langkah serupa juga sudah lama diwajibkan serta dilarang Aqidah menyimpang selain Ahlussunnah wal Jamaah oleh Sultan Aceh. “Jauh sebelum ini, Sultan Aceh sudah pernah melarang aqidah menyimpang, laka Plt Gubernur ini harus kita dukung,” singkatnya.(TM)

BACA JUGA...  Memprihatinkan, Anggota Dewan Ini Minta Segera Diusulkan

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

Warga Aceh Timur Meriahkan JASERA 2026 Bersama Medco E&P Malaka

Senin, 31 Agu 2026 - 20:59 WIB

NANGGROE

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:00 WIB

Saat anggota TNI memadamkan api hutan terbakar.

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB