“Insya Allah, pada musim tanam mendatang para petani sudah bisa memanfaatkan benih bantuan ini. Harapannya, produktivitas padi akan meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan petani,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Khusus TA Khalid, Al Fadhal, menegaskan bahwa benih yang disalurkan merupakan benih padi unggul bersertifikat. Jumlah penerima tercatat sebanyak 7.773 anggota kelompok tani di Kecamatan Peusangan dan Jangka.
“Bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan. Kami mengingatkan para petani agar tidak menjual benih ke pasar, melainkan menanamnya sesuai peruntukan. Dengan benih unggul bersertifikat ini, produktivitas panen diharapkan meningkat secara signifikan,” ujar Al Fadhal.
Selain program bantuan benih padi, lanjutnya, TA Khalid juga telah memperjuangkan sejumlah program lain melalui Kementerian Pertanian. Di antaranya bantuan pompanisasi air untuk petani di Kecamatan Peudada yang kesulitan irigasi akibat rusaknya saluran DI Beurandang Hagu pascabanjir tiga tahun lalu.
Tidak hanya itu, politisi Gerindra asal Aceh tersebut juga berhasil mengupayakan program pengembangan ayam petelur bagi kelompok peternak di Kabupaten Bireuen. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat.




