Pemkab Aceh Utara – RRI Launching Kentongan Radio Tanggap Bencana

Selasa, 8 Oktober 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon, ( AD ) – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan manajemen Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe melakukan launching kentongan radio tanggap bencana di Gampong Buket Linteung Kecamatan Langkahan, Selasa ( 8/9/2019 ).

Kentongan RRI tanggap bencana merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat terhadap mitigasi bencana. Masyarakat juga membutuhkan adanya media massa yang fokus pada mitigasi bencana alam.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf sangat mengapresiasi manajemen RRI, khususnya RRI Stasiun Lhokseumawe, atas kerjasamanya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, melakukan launching kentongan radio tanggap bencana.

“Terimakasih kepada RRI yang telah memilih wilayah Aceh Utara yaitu Gampong Buket Linteung Kecamatan Langkahan sebagai lokasi launching kentongan radio tanggap bencana,” kata Fauzi Yusuf, yang disiarkan langsung melalui siaran RRI Lhokseumawe, dari lokasi kegiatan di halaman meunasah Gampong Buket Linteung.

Kata Fauzi Yusuf, Pemkab Aceh Utara sangat berkomitmen terhadap program pengurangan resiko bencana melalui mitigasi bencana, seperti program kentongan radio tanggap bencana yang diinisiasi oleh RRI. Pemkab Aceh Utara juga terus berupaya meminimalisir kemungkinan bencana alam, seperti bencana banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

BACA JUGA...  Dinas Pendidikan Aceh Utara Sumbang Rp 183 Juta Untuk Rakyat Palestina

Untuk meminimalisir banjir, kata Fauzi, Pemkab Aceh Utara sejak 2013 telah mencanangkan pembangunan waduk Keureutoe di pedalaman Kecamatan Payabakong. Salah satu fungsi waduk tersebut adalah untuk membendung debit air sungai Keureutoe yang berhulu di Kabupaten Bener Meriah.

Biasanya saat musim hujan, lanjut Wabup Fauzi Yusuf, beberapa kecamatan di bagian tengah Aceh Utara sering terendam banjir. Kondisi ini mulai berkurang sejak adanya pembangunan waduk Keureutoe.

Saat ini pembangunan waduk tersebut terus berjalan, diperkirakan akan selesai pembangunannya pada tahun 2022 mendatang. Ujar Fauzi.

Launching kentongan RRI tanggap bencana ditandai dengan pemukulan kentongan bersama-sama para pimpinan stake holder terkait. Selain Wabup Fauzi Yusuf, juga hadir Kepala RRI Stasiun Lhokseumawe Agung Prasetya, Wakapolres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro, Kepala BPDB Aceh Utara Drs Amir Hamzah, Plt Kepala Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Zulkarnaini, MPd, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Azmi, MT. Juga terlihat Ketua SAR Aceh Utara Hasbullah Ali, ST, dan tim TAGANA.

BACA JUGA...  Wabup Asel: Pengorbanan Pahlawan adalah Contoh Nyata Keberanian dan Keteguhan 

Acara yang disiarkan langsung oleh RRI Lhokseumawe itu dipandu oleh penyiar Yuna dan Fais. Pada kesempatan itu turut mewawancarai langsung para narasumber. Sebelumnya Kepala Stasiun RRI Lhokseumawe Agung Prasetya mengatakan program kentongan tanggap bencana adalah program edukasi bencana yang digagas oleh pimpinan RRI karena wilayah Indonesia rawan bencana.

Kepala BPBD Aceh Utara Drs Amir Hamzah mengatakan melalui kentongan bencana ini dapat memberikan edukasi pemahaman tentang bencana agar masyarakat tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. “Tangguh dalam artian tidak cengeng, tidak pernah mengeluh, meskipun masyarakat di sini kerap dilanda banjir,” kata Amir.

Dia menyebut, masyarakat Gampong Buket Linteung adalah contoh masyarakat tangguh saat menghadapi bencana. Di gampong itu pernah terjadi banjir yang cukup parah hingga sebahu orang dewasa, tapi berkat kesiap-siagaan masyarakatnya sehingga risiko bencana yang timbul dapat diminimalisir. “Sosialisasi terhadap mitigasi bencana setiap kesempatan terus kita lakukan, bahkan juga melalui khutbah Jumat, media massa, juga melalui medsos,” ungkap Amir.

BACA JUGA...  Aktivis IMM Aceh Minta Presiden RI Copot Kapolri

Ketua SAR Aceh Utara Hasbullah Ali, ST, pada kesempatan itu ikut menampilkan simulasi penanganan darurat bencana yang dilakoni oleh pemuda dan masyarakat Buket Linteung yang tergabung dalam Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana). Menurut Hasbullah, membunyikan kentongan sangat efektif saat semua alat komunikasi tidak berfungsi saat terjadi bencana. Kentongan merupakan salah satu kearifan lokal yang harus dilestarikan.

“Buket Linteung sudah lama ada forum PRB. Melalui program kentongan radio tanggap bencana, kita berharap masyarakat di sini makin tanggap dan tangguh dalam menghadapi setiap terjadi bencana alam,” tandas Hasbullah.( 021 ).

Berita Terkait

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025
Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen
Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 
Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Taufik Jadi Plt Sekda Aceh
Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H
Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
SPPG Malaka di Aceh Selatan Dihentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB