ACEH UTARA | MA — Dua belas hari pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara terus melakukan upaya percepatan penanganan dampak bencana. Salah satu titik terparah yang menjadi fokus pembersihan adalah Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Pada Sabtu, (6/12), Pemkab Aceh Utara kembali mengerahkan personel dan peralatan berat untuk membersihkan tumpukan sampah serta endapan lumpur yang masih menutupi badan jalan dan fasilitas umum.
Pantauan media di lokasi memperlihatkan dua unit alat berat jenis loader diturunkan ke pusat kota untuk mengangkat material lumpur tebal yang memenuhi sepanjang jalan utama.
Selain itu, sebanyak sembilan armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara juga dikerahkan secara penuh untuk mengangkut sampah dan lumpur akibat hantaman banjir.
Petugas terlihat bekerja sejak pagi hari, menyisir titik-titik yang dianggap paling menghambat aktivitas masyarakat. Pembersihan dilakukan untuk pemulihan, dan memudahkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar di kota Panton Labu.
Seorang warga Panton Labu yang juga berprofesi sebagai pedagang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap langkah cepat pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau yang akrab disapa Ayah Wa, yang dinilai responsif dalam memantau kondisi masyarakat pascabencana.




