TAKENGON | MA — Pemerintah Aceh kembali menyalurkan bantuan buffer stock untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang, longsor, dan gangguan akses transportasi di sejumlah wilayah, salah satunya meliputi kabupaten Aceh Tengah.
Bantuan logistik darurat yang disalurkan Melalui Dinas Sosial Aceh, diserahkan langsung oleh wakil gubenur aceh H. Fadhlullah, S.E., di dampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., sebagai langkah memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan berpihak pada masyarakat terdampak.
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E.,, menyebutkan bantuan logistik kedaruratan senilai Rp. 324.304.838,- (Tiga Ratus Dua Puluh Empat Juta Tiga Ratus Empat Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah), yang meliputi kebutuhan pokok dan darurat seperti makanan siap konsumsi, tenda, selimut, makanan anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, hingga obat-obatan. Selama masa panik, jika terjadi bencana. Bantuan yang disalurkan Selain digunakan untuk penanganan langsung, logistik tersebut juga akan menjadi stok daerah sebagai antisipasi jika terjadi bencana lanjutan.
“Aceh memasuki fase risiko Hidrometeorologi yang tinggi, sehingga kabupaten/kota di Aceh berada pada status waspada. Selama meningkatnya intensitas hujan di akhir tahun, pemerintah aceh bersama dinas sosial dan pilar sosial di kabupaten kota harus siaga, mulai dari kesiapan logistik, hingga personil yang harus siap sebelum kebutuhan memuncak, sehingga masyarakat merasa terlindungi,” jelas H. Fadhlullah, Kamis, (20/11).




