“Hindari konflik internal. Jangan sampai terjadi ketidakharmonisan antara bupati dengan DPRK. Jangan sampai terjadi tarik ulur karena hal itu dapat menjadi hambatan dalam mewujudkan pembangunan yang efektif. Ke depan harus bekerja sama,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan dirinya dan Razuardi untuk memimpin Kabupaten Bireuen selama lima tahun ke depan ke depan.
Pria yang dikenal sebagai Mukhlis Takabeya itu menegaskan bahwa setelah dilantik, mereka adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang politik atau kelompok tertentu.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersatu. Dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun Bireuen. Kami menyadari bahwa harapan dan impian masyarakat Bireuen berada di pundak kami,” ujar Mukhlis yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen.
Mukhlis juga menegaskan bahwa meskipun Pemerintah Pusat tengah melakukan efisiensi anggaran, pihaknya tetap bertekad untuk membangun Bireuen dengan berbagai upaya yang maksimal.”Dengan pelantikan ini, diharapkan Kabupaten Bireuen dapat mengalami kemajuan yang lebih baik di bawah kepemimpinan Mukhlis dan Razuardi selama periode 2025-2030, “Tandanya.(DF/MM)




