Pelanggan PDAM Tirta Naga Tapaktuan Keluhkan Pelayanan 

Air yang dipasok PDAM Tirtanadi Tapaktuan tampak keruh dalam bak mandi di rumah warga Gampong Arafah Samadua.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Dia  mengatakan, di tengah kepatuhan dan kedisiplinannya  dalam pembayaran rekening air, di saat yang sama, air PDAM mengalir “bak kencing tikus” alias tidak selancar pembayaran yang di lakukan.

‎Menurutnya, kondisi seperti itu sudah di alami  sejak lima bulan belakang, tetapi lebih parahnya dalam 2-4 minggu terakhir ini.

BACA JUGA...  Seratus Hari Pemerintahan Mirwan-Baital: Bukti Komitmen Melayani Rakyat Aceh Selatan

Kondisi saat ini, jikapun mengalir hanya  sebentar dan itupun dengan aliran yang sangat kecil, sehingga  sehingga setiap malam, banyak warga yang menampung air bersih di mesjid setempat.

‎Dia mengatakan, dirinya  pernah mendatangi kantor PDAM Tirta Naga guna menyampaikan kondisi pasokan air tersebut. Namun, dia kecewa,karena  pihak PDAM menyarankan untuk membeli mesin Sanyo supaya merangsang air PDAM naik ketika dihidupkan.

‎”Saya sudah ke Kantor PDAM untuk memberitahukan pihaknya, tapi Mereka menyuruh saya membeli mesin Sanyo”, ucapnya.

‎Menurut warga, saran PDAM itu, bukan menyelesaikan persoalan. Tetapi membingungkan dan bahkan memberatkan warga pelanggan dan tidak menjamin pasokan air lebih lancar.

BACA JUGA...  Pengutipan Uang Pelepasan Siswa MUQ Atas Seizin Kacabdin

Bahkan, air mengalir kerumah warga
berdurasi, seperti hidup di pagi hari sebentar, lalu mati lagi sampai jam 14.00 WIB. Begitu juga seterusnya, hidup di sore hari, lalu mati lag pada malam hari,

‎Terkait fenomena air bersih itu,  Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan Abdillah, SE, membenarkannya.