Dia mengatakan, di tengah kepatuhan dan kedisiplinannya dalam pembayaran rekening air, di saat yang sama, air PDAM mengalir “bak kencing tikus” alias tidak selancar pembayaran yang di lakukan.
Menurutnya, kondisi seperti itu sudah di alami sejak lima bulan belakang, tetapi lebih parahnya dalam 2-4 minggu terakhir ini.
Kondisi saat ini, jikapun mengalir hanya sebentar dan itupun dengan aliran yang sangat kecil, sehingga sehingga setiap malam, banyak warga yang menampung air bersih di mesjid setempat.
Dia mengatakan, dirinya pernah mendatangi kantor PDAM Tirta Naga guna menyampaikan kondisi pasokan air tersebut. Namun, dia kecewa,karena pihak PDAM menyarankan untuk membeli mesin Sanyo supaya merangsang air PDAM naik ketika dihidupkan.
”Saya sudah ke Kantor PDAM untuk memberitahukan pihaknya, tapi Mereka menyuruh saya membeli mesin Sanyo”, ucapnya.
Menurut warga, saran PDAM itu, bukan menyelesaikan persoalan. Tetapi membingungkan dan bahkan memberatkan warga pelanggan dan tidak menjamin pasokan air lebih lancar.
Bahkan, air mengalir kerumah warga
berdurasi, seperti hidup di pagi hari sebentar, lalu mati lagi sampai jam 14.00 WIB. Begitu juga seterusnya, hidup di sore hari, lalu mati lag pada malam hari,
Terkait fenomena air bersih itu, Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan Abdillah, SE, membenarkannya.




