TAPAKTUAN | MA — Pelanggan PDAM Tirta Naga, Tapaktuan, Aceh Selatan, dilaporkan, kemaren, mulai mengeluhkan pelayanan air bersih ke rumah mereka dalam 2-3 pekan terakhir.
Menurut mereka, sedikitnya ada dua hal yang dikeluhkan. Pertama, pelayanan atas pasokan air ke rumah yang tersendat-sendat dan bahkan putus distribusi.
Kedua, produksi air yang katanya bersih, malahan kotor masuk ke bak mandi. Bukti kotornya pasokan tersebut terlihat pada warna air yang kekuning-kuningan.
Pelanggan di Kecamatan Samadua misalnya, melihat lebih parah kotornya air tersebut ketika terjadi hujan di hulu sungai Sikabu, di mana terdapat intake jaringan pipa PDAM.
Menurut mereka, pada saat hujan, air yang terdistribusi bukan berwarna kekuningan, tetapi bercampur lumpur (sedimen).
“Istilahnya Bang, apa yang terdapat di hulu sungai, itu yang masuk ke bak mandi (penampungan),”kata seorang warga Gampong Arafah Samadua, Rabu, (10/9/2025).
Demikian pula yang dialami warga di Tapaktuan, persisnya pelanggan PDAM Tirta Naga di Lhok Bengkuang.
Kendati persoalannya berbeda, namun, tetap terkait pelayanan PDAM Tirta Naga Tapaktuan yang kini di nahkodai oleh Abdillah SE sebagai direktur baru di perusahan daerah itu.
Sebagaimana disampaikan seorang warga Lhok Bengkuang bengkuang Timur, Febrian kepada wartawan , Rabu (10/9/2025).





