Hafwan menjelaskan para pejabat yang ikut saat ekonomi Sabang sedang tidak baik-baik saja ke Ketapang Kalimantan, antara lain Kepala BPKD, Kabid Aset, dua orang pembantu. Kemudian juga ikut dua orang dari Kejaksaan Negeri Kejari Sabang, dan dua orang dari KSOP Syahbandar Sabang., jelas Hafwan.
Sementara informasi diperoleh media ini dari sumber Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang menyebutkan, saat ini DPRK Sabang sedang membahas terkait persoalan anggaran Pemko Sabang yang sedang tidak baik-baik saja di gedung wakil rakyat, namun sangat disayangkan kepala BPKD sendiri tidak hadir yang ditunggu-tunggu untuk pergelaran rapat.

Bahkan yang bersangkutan sedang berada di Kalimantan jalan-jalan bersama pejabat lainnya untuk melihat kapal yang sakit parah disana. Padahal, kondisi keuangan di pemerintah Sabang sendiri lagi sekarat akan tetapi seorang pemegang anggaran utama tega menggunakan uang negara pergi ke Kalimantan.
“Ini pelecehan bagi anggota dewan dan rakyat Sabang, pada saat kita sedang memikir rakyat atas persoalan anggaran pejabat keuangan dan aset malah jalan-jalan jauh kesana hanya untuk melihat kapal yang sudah sekarat di Kalimantan. Kita lihat saja apa hasil mereka berangkat ke sana apakah ada solusi atau memang sengaja menghindar rapat dengan DPRK atau juga ada udang dibalik peyek,” ungkap sumber ini (Selasa) di DPRK Sabang. (R).
Halaman : 1 2















