NEGARA TIDAK BOLEH ABSEN TERLALU LAMA

“Di tengah bencana, masyarakat tidak hanya kehilangan rumah dan penghidupan, tetapi juga menunggu kepastian layanan. Di sinilah negara diuji,”

[Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

  • Bupati Armia Desak ASN Aceh Tamiang Pulihkan Layanan Pascabencana

HAMPIR dua bulan setelah bencana hidrometeorologi melumpuhkan Aceh Tamiang, pemerintah daerah mulai menata kembali barisan birokrasi yang sempat tersendat.

BACA JUGA...  Jelang HUT Kemerdekaan RI ke 80, Bupati Ajak Warga Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Senin, 19 Januari 2026, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH memimpin Apel Akbar, Aparatur Sipil Negara (ASN), sebuah konsolidasi terbuka yang sekaligus menjadi sinyal bahwa negara tidak boleh terus tertinggal di belakang penderitaan warga.

Dalam pidatonya, Armia menyampaikan pesan tegas; birokrasi tidak boleh terperangkap dalam logika darurat yang berkepanjangan. Menurutnya, pemulihan pelayanan publik harus berjalan seiring dengan pemulihan fisik wilayah yang terdampak banjir dan longsor.

BACA JUGA...  ​Sektor Perikanan Pidie Jaya Mulai Bangkit Pasca Banjir Bandang, Kemnaker Salurkan Bantuan

“Kita tidak boleh terpuruk terlalu lama. Aceh Tamiang harus bangkit dan pulih lebih cepat,” kata Armia di hadapan ribuan ASN.

Apel tersebut menjadi pertemuan besar pertama ASN sejak bencana melanda pada akhir November 2025. Selama periode itu, sebagian fasilitas pemerintahan lumpuh, sejumlah ASN terdampak langsung, dan layanan publik berjalan dalam keterbatasan.