Di sektor pendidikan, harapan besar juga disematkan pada kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh.
Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas pendidikan, akses sekolah di daerah terpencil, serta keterbatasan fasilitas belajar.
“Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Kita ingin melihat ada peningkatan signifikan dalam kualitas sekolah, kesejahteraan guru, serta akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Aceh,” lanjut Sulaiman.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, serta penguatan program pendidikan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di industri.
Pelantikan Mualem dan Dek Fadh bukan hanya sekadar seremonial pergantian kepemimpinan.
Ini adalah awal dari babak baru bagi Aceh, yang diharapkan mampu keluar dari bayang-bayang ketimpangan ekonomi dan tantangan sosial yang selama ini menghambat pembangunan.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat, serta kebijakan yang tepat sasaran, harapan besar untuk Aceh yang lebih maju bukanlah sekadar wacana.
Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Mualem dan Dek Fadh dalam lima tahun ke depan.(R)




