Miftahul Jannah Mendobrak Aturan Demi mempertahankan Keyakinan

Senin, 15 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)-Hari masih pagi saat Miftahul Jannah tiba di Aceh. Ia yang datang dengan rombongan kecil, disambut bak pahlawan di lobi kedatangan Bandara Sultan Iskandar Muda. Istri Plt Gubernur Aceh dan beberapa pejabat SKPA menyambut ia dengan kalungan bunga.

Miftahul Jannah adalah pejudo paralimpik Indonesia. Ia menjadi bagian atlet yang semula akan bertanding di arena Asean Para Games 2018 di Jakarta. Namun kisah heroiknya baru-baru ini, menghentak publik olahraga tanah air. Dirinya mencoba mendobrak aturan dengan tetap mempertahankan prinsip meski gagal menjadi juara.

Masalahnya sederhana. Atlet asal Susoh Aceh Barat Daya itu, dilarang bertanding karena enggan melepas jilbab. Apa boleh buat, Miftah didiskualifikasi dari pertandingan.

BACA JUGA...  Saat Lepas Sambut Kajati Aceh, Irwandi Harapkan Kinerja Kejaksaan Ada Peningkatan

“Walau pun tidak bertanding, Miftah sudah menang. Pertandingan sebenarnya adalah, melawan diri sendiri,” kata Istri Plt Gubernur, Dyah Erti Idawati, Senin pertengahan Oktober 2018.

Keputusan Miftah mempertahankan hijab, kata Dyah, telah membawa kabar baik bagi Aceh yang menerapkan syariat Islam. Di usia belia, Miftah telah menjadi duta yang menyampaikan keislamannya ke dunia internasional. 

“Insya Allah, Miftah akan menerima hadiah yang jauh lebih tinggi dari hadiah dunia,” ujar Dyah. 

Keputusan Miftah tersebut, membuat Dyah jatuh hati. Ia mencoba menawarkan perhatian pada Miftah layaknya anak sendiri. Miftah didampingi hingga ke ruang tunggu, dan Ia ditawarkan sebungkus nasi gurih. 

BACA JUGA...  MTQ Aceh Digelar 18 November di Aceh Timur

“Saya masih kenyang,” Miftah menolak halus. “Nanti ngak kuat lho tenaganya. Ayo, ibu suapin kalau ngak mau makan sendiri.” Miftah tersipu. Dyah mencoba menggodanya. Ia kemudian menuangkan segelas air dari botol mineral. Miftah meminumnya.

Dyah menyebutkan, komite olahraga beladiri harus mengupayakan peraturan yang memperbolehkan atlet Muslim untuk tetap bisa mempertahankan keyakinan mereka dengan tetap bertanding tanpa harus menanggalkan hijab.

Syariat Islam, kata Dyah, mewajibkan semua muslimah menutup aurat meski dalam kondisi apa pun. Karena itu, keputusan Miftah mempertahankan hijabnya bukan hanya mewakili daerah Aceh semata melainkan seluruh umat Muslim dunia.

BACA JUGA...  Sang Ibunda Sangat Terharu Anaknya Tetap Pertahankan Jilbabnya

“Perjuangkan hingga ke tingkat internasional. Muslim di dunia ini, sangat banyak jadi tidak mungkin tidak diakomodir hingga ke tingkat internasional,” kata Dyah meminta Dispora dan KONI mengupayakan melobi untuk mengubah regulasi itu. “Jangan ada lagi Miftah lain yang mengalami hal serupa.”

Dyah meminta Miftah tetap melanjutkan karirnya sebagai atlet judo, sembari meneruskan pendidikan hingga sarjana. “Tidak usah rendah diri. Anandalah pemenang di hati kami,” ungkapnya. (Ahmad Fadil/Rel)

 

Berita Terkait

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC
Muhammad Zairin Tawarkan DKP PWI Aceh yang Independen dan Berkeadilan
Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 
PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 
Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama
DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi
Organisasi Pers Dukung Nasir Nurdin Maju Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031
Bang Ijeck Dipercaya Jadi Sekjen MPN, Anto Genk: Selamat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Muhammad Zairin Tawarkan DKP PWI Aceh yang Independen dan Berkeadilan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:11 WIB

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB