Mewakili Almarhum Ayahnya, Yenny Wahid Terima Piagam Perdamaian Aceh dari BRA

Mewakili Almarhum Ayahnya, Yenny Wahid terima piagam perdamaian Aceh ke-20 di tahun 2025 dari ketua BRA.

JAKARTA | MA Sebuah momen penuh kenangan terjadi ketika Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Dr.(Cand) Jamaluddin, SH.,Mkn, secara resmi menyerahkan piagam penghargaan Tokoh Perdamaian Aceh kepada almarhum Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar Gus Dur dalam upaya menciptakan perdamaian di Aceh semasa beliau menjabat sebagai presiden.

BACA JUGA...  Pemkab Bener Meriah Raih Penghargaan Keberhasilan Penerapan Sistem Merit Pengisian JPT

Piagam penghargaan itu diterima langsung oleh Yenny Wahid, putri dari mendiang Gus Dur, dalam acara konferensi internasional 20 tahun damai Aceh di jakarta.

Gus Dur dikenal sebagai salah satu pemimpin yang sejak awal menunjukkan kepedulian mendalam terhadap konflik berkepanjangan di Aceh.

Salah satu inisiatif paling bersejarah adalah ketika ia mengandeng Hanry Dulant centre (HDC)yang menghasilkan Jeda Kemanusiaan I dan II serta Moratorium Konflik, Sayangnya, masa jabatannya yang singkat membuat inisiatif tersebut tak sempat diwujudkan sepenuhnya karena Gus Dur harus lengser dari kursi kepresidenan.

BACA JUGA...  Siswa SMA Negeri 2 Pintu Rime Gayo Raih Penghargaan Favorit Nasional

Di sela – sela penyerahan piagam, Yenny Wahid menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Aceh dan BRA atas penghargaan yang diberikan kepada ayahandanya.