“Melalui Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang ini diharapkan bisa menjadi salah satu senjata daerah untuk memerangi angka kemiskinan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang,” paparnya.
Meurah sampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja dan kinerja Kepala Baitul Mal yang lama beserta jajaran. “Terima kasih dan penghargaan juga kami sampaikan kepada pengurus-pengurus terdahulu yang telah bekerja keras dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pj. Bupati Meurah mengungkapkan, kurun waktu 2018-2022 angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami tren penurunan yang stabil.
“Tahun 2018 angka penduduk miskin sebesar 14,21 persen dan pada tahun 2022 mengalami penurunan hingga 12,61 persen. Baitul Mal selama 5 tahun kebelakang telah ikut berperan dalam menekan angka kemiskinan, dengan merealisasikan anggaran sebesar Rp. 40.848.240.000,” ucap Meurah mengapresiasi.
Dijelaskan, salah satu indikator kemiskinan adalah rumah tinggal yang layak huni. Pada tahun 2022, BMK Aceh Tamiang telah ikut berkontribusi melalui program bangun rumah sebanyak 26 unit dan rehab rumah sebanyak 60 unit. Di Tahun 2023 yang sedang berjalan, BMK telah merealisasikan anggaran dana Zakat dan Infak sebesar
Rp. 1.185.482.738,00.




