“Saat saya berada di lokasi, terasa ada getaran seperti gempa kecil. Ini menunjukkan kawasan tersebut belum sepenuhnya aman karena masih ada pergerakan air di bawah tanah. Pergerakan air ini harus segera dihentikan,” katanya.
Dia meminta agar pekerjaan fisik tidak ditunda, khususnya untuk menyelamatkan jalan alternatif pertama sepanjang sekitar 800 meter hingga 1 kilometer yang terancam runtuh. Saat ini memang telah tersedia jalan alternatif kedua, namun jarak tempuhnya lebih jauh, sekitar lima kilometer.
“Saya minta pekerjaan dilakukan secepatnya. Jangan menunggu. Kalau bisa dikerjakan kemarin, ya dikerjakan kemarin. Ini harus ditangani sekarang,” tegasnya.
Secara teknis, penanganan akan dilakukan melalui pengendalian aliran Sungai Pasangan agar tidak melimpas ke area sinkhole, penutupan jalur air yang mengarah ke gua di sekitar badan jalan, serta pemasangan grouting di antara gua dan jalan untuk mencegah aliran air masuk ke bawah struktur jalan.
“Kita indikasi ada air sungai yang masuk melalui gua di seberang jalan. Gua itu basah dan menjadi jalur air. Itu akan kita tutup, lalu di antaranya dilakukan grouting agar air tidak lagi mengalir ke area sinkhole,” jelas Dody.
Ia berharap langkah-langkah tersebut mampu mencegah sinkhole meluas dan berkembang menjadi longsor yang dapat mengancam kawasan pertanian di sekitarnya. Wilayah tersebut diketahui merupakan sentra produksi cabai yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas inflasi daerah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














