Menteri Nusron: Selama Jajaran BPN Tidak Mau Kongkalikong, Mafia Tanah Pasti Kabur

JAKARTA  | MA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa integritas aparatur merupakan kunci utama dalam pemberantasan mafia tanah.

Menurutnya, seluruh program digitalisasi, perbaikan tata kelola, dan penguatan regulasi tidak akan efektif jika masih ada celah kompromi di internal Kementerian ATR/BPN.

BACA JUGA...  Bahas Isu Jual-Beli Pulau Bersama Komisi II DPR RI, Menteri ATR/BPN: Tanah di Indonesia Tidak Bisa Dimiliki Asing

“Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur. Mereka hanya bisa bergerak kalau ada pintu yang dibuka dari dalam. Jika celah itu ditutup rapat, mereka buyar dengan sendirinya,” tegas Nusron.

Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tentang “sampai kiamat kurang dua hari mafia tetap ada” bukan menunjukkan pesimisme, melainkan pengingat bahwa kejahatan selalu beradaptasi mencari celah dalam berbagai bentuk. Di setiap negara, katanya, selalu ada pertarungan antara pihak yang menjaga ketertiban dan mereka yang mencoba merusaknya.

BACA JUGA...  Ribuan Pelajar Meriahkan HUT ke-448 Kute Takengon

Karena itu, strategi paling efektif bukan hanya menindak pelaku, tetapi memperkuat integritas jajaran BPN sebagai benteng utama negara dalam urusan pertanahan. “Kita berantas, mereka bisa muncul lagi dengan modus baru. Yang berubah hanya modelnya, bukan niat jahatnya. Maka orang BPN harus kuat, proper, dan tegas menegakkan aturan,” ujarnya.