Mendikdasmen RI,: Pendidikan Aceh Harus Adil dan Berkarakter

Sabtu, 28 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed,

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed,

BANDA ACEH (MA)– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyampaikan serangkaian gagasan penting dan kritik konstruktif terhadap situasi pendidikan nasional, khususnya di Aceh, dalam Seminar Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh yang digelar Sabtu malam, 28 Juni 2025, di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari kepala dinas, pimpinan lembaga pendidikan, dan organisasi profesi, Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar layanan, tetapi hak konstitusional setiap warga negara. “Pasal 5 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sudah jelas: setiap warga negara berhak mendapat pendidikan bermutu. Maka tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena lahir di pelosok atau berasal dari keluarga miskin,” tegasnya.

Dalam pidato yang hangat dan penuh semangat itu, Mu’ti menyentil persoalan ketimpangan kualitas pendidikan antara Jawa dan luar Jawa, termasuk Aceh. Menurutnya, dibutuhkan pembenahan menyeluruh yang berfokus pada transformasi pendekatan belajar. “Hari ini kita dihadapkan pada generasi yang hidup dalam pusaran distraksi digital. Maka pembelajaran harus lebih mendalam, menyentuh emosi, nilai, dan membentuk karakter, bukan semata-mata mengejar nilai rapor,” katanya.

BACA JUGA...  Gua Sarang Sabang, Pesona Geowisata Eksotis dengan Panorama Laut Biru dan Tebing Karst yang Memukau

Salah satu konsep yang diperkenalkan Mu’ti adalah tujuh kebiasaan baik pelajar, yakni: tidur tepat waktu, bangun pagi, ibadah teratur, olahraga, makan sehat, belajar konsisten, dan aktif bersosialisasi. Ia menyebut kebiasaan-kebiasaan ini sebagai benteng dari budaya malas gerak dan kecanduan gawai. “Kita harus menggeser orientasi dari sekadar prestasi akademik menuju kehidupan yang seimbang dan sehat,” ujarnya.

Pendidikan karakter, menurutnya, harus diperkuat melalui keterlibatan aktif para guru, terutama guru bimbingan konseling. Ia menyayangkan jika guru BK hanya dikenal sebagai ‘penegak disiplin’. “Guru BK seharusnya menjadi pembimbing yang dicintai, bukan ditakuti,” kata Mu’ti, seraya mendorong perubahan paradigma dalam tugas dan pendekatan guru terhadap murid.

BACA JUGA...  Camat Lhoknga Tutup MTQ XXX Kemukiman Lamlhom

Mu’ti juga menyinggung pentingnya penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi interaktif, serta revitalisasi sarana pendidikan. Ia mengungkapkan, pemerintah pusat tengah menyiapkan program nasional untuk pembenahan sekolah, yang diharapkan mampu diimplementasikan secara optimal di Aceh.

“Aceh memiliki keunggulan nilai—kebudayaan yang luhur, dan kehidupan religius yang mengakar. Tinggal bagaimana nilai-nilai ini diinternalisasi dalam sistem pendidikan kita. Saya optimis, Aceh bisa jadi contoh nasional,” pungkasnya.

Seminar yang berlangsung dalam suasana dialogis itu juga diisi sesi tanya jawab interaktif, dipandu langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. Para peserta, mulai dari kepala sekolah hingga pengurus organisasi profesi, menyampaikan pandangan dan kegelisahan mereka terkait beragam persoalan dunia pendidikan.

BACA JUGA...  Lapangan Merdeka Kota Langsa: Jantung Aktivitas Warga yang Semakin Hidup dan Modern

Acara tersebut turut dihadiri Plt. Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, para pejabat eselon III dan IV, serta pimpinan instansi vertikal seperti Kepala BPMP, BGTK, dan Balai Bahasa. Hadir pula para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Aceh, serta unsur legislatif dan organisasi profesi seperti Ketua Komisi VI DPRA, Ketua PGRI Aceh, IGI, KOBAR-GB, MKKS, dan MKPS dari seluruh Aceh.

Seminar ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam membangun pendidikan Aceh yang adil, berkarakter, dan setara. Di tengah tantangan zaman, suara Mu’ti hadir sebagai ajakan untuk berbenah—bukan hanya secara sistemik, tapi juga dalam nilai dan cara pandang. (***)

Berita Terkait

Daftar Kesenian Aceh
Ta Marit Bahasa Atjéh
Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh
Bangga Jeuet Keu Ureueng Aceh
Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket
Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra
Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh
DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:06 WIB

Daftar Kesenian Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Ta Marit Bahasa Atjéh

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:58 WIB

Bangga Jeuet Keu Ureueng Aceh

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket

Berita Terbaru

MILITER

Pulang Ke Pidie Jaya, Danrem Hadiri Maulid Raya

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:01 WIB

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB