Memiliki Historis, Bupati Abdya Kembangkan Padi Sigupai

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim (baju batik) saat meninjau tempat penangkaran Padi Sigupai di BBU Tangan-Tangan

Abdya (MA) Breuh Sigupai merupakan padi lokal yang memiliki sejarah bagi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sehingga Kabupaten yang baru mekar pada 2002 itupun dijuluki sebagai Kabupaten Breuh Sigupai.

Saat ini, Breuh Sigupai sudah sangat jarang didapatkan, selain umurnya yang terlalu panjang juga sulitnya mendapatkan benih asli Sigupai. Terkait hal itulah, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim terus mengembangkan padi veritas lokal tersebut.

BACA JUGA...  Warga Impikan Jalan Bagus sejak 54 Tahun Lalu

“Meskipun dulu sempat hilang namun berkat usaha kita semua bibitan ini lambat laun sudah mulai berkembang. Salah satunya uji perbaikan verietas Sigupai dengan metode greenhouse,” kata Akmal saat meninjau lokasi pengembangan Sigupai di Komplek BBU Tangan-Tangan. Senin, 17 Februari 2020.

Menurut Bupati Akmal, Sigupai dapat tumbuh subur di Kabupaten Abdya, terlebih saat ini pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya telah melakukan pemeriksaan terhadap pertumbuhan Sigupai.

BACA JUGA...  IARAB Desak Pemkab Aceh Besar dan Polisi Tertibkan Agen Nakal

“Hasilnya, pemuliaan yang dinilai bagus dengan butir Sigupai ini rata-rata mencapai 400 hingga 450 biji per malai, sedangkan anaknya mencapai 15 hingga 20 batang, selain itu juga tahan terhadap penyakit dengan potensi hasil 10 sampai 15 ton per hektar,” papar Bupati Akmal.

Pada kesempatan itu, Bupati Akmal mengakui, Sigupai selain ikon Kabupaten Abdya juga memiliki nilai cukup tinggi di bidang bisnis.

BACA JUGA...  Cerita Cela Dibalik Pelayanan RSUD Muda Sedia

“Saya sangat bangga sekali karna kita sudah memiliki bibit asli Sigupai ini, selain harganya berasnya yang cukup tinggi, rasa dan aromanya sangat berbeda dengan beras lain,” singkat Bupati Akmal.(TM).