Jhony juga dihadapan para ribuan masyarakat yang hadir pada acara maulid akbar menyampaikan persoalan-persoalan Aceh, dimana salah satunya hasil perjuangan perang yang panjang yang berakhir pada tahun 2005 yang lalu dengan sebuah keputusan.
“Dari hasil keputusan tersebut, bahwa Aceh ada hak memiliki kekhususan, yaitu salah satunya kekhususan dalam bidang agama, gimana caranya kita menghidupkannya dan menjalankannya, maka ini sudah ada di tangan kita bangsa Aceh,” kata Panglima Jhony.
Ia juga menyebutkan, beberapa kehidupan lainnya seperti sosial, budaya, ekonomi dan kehidupan segala aspek masyarakat Aceh pada umumnya dan Aceh Utara khususnya dan ini semua sudah tertuang dalam perjanjian MoU Helsinki antara pemerintah republik Indonesia dan GAM.
Maka harapan ini bisa berlanjut dan kekhususan, hanya pada tangan H. Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Fadhlullah (Dek Fadh), ujarnya.
“Maka dengan perjuangan ini, kita meminta kepada Allah SWT untuk kemaslahatan Aceh di masa yang akan datang hanya pada Mualem-Dek Fadh harapan kita, yang telah tertuang dalam perjanjian MoU Helsinki,” katanya.
Maka oleh karenanya, abu, para pimpinan dayah semuanya Abi dan Walet. “Maka pada hari ini kita meminta kepada Allah SWT, H. Muzakir Manaf dan H. Fadhlullah menjadi pemimpin Aceh untuk menyelamatkan generasi-generasi Aceh untuk masa yang akan datang,” imbuhnya.





