Mau Tau Kiprah Sosok Reza Fahlevi Cara Memajukan Wisata Sabang, Ini Ceritanya

Sabang, (MA) – Sosok Reza Fahlevi, tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Sabang. Sejak dilantik 19 September 2022, sosok berwibawa nan tegas ini tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan sistem dan pelaku birokrasi di pemerintahan Kota Sabang. Tepat pada hari ini Reza Fahlevi telah mempimpin Sabang dalam kurun waktu 1 Tahun.

Reza Fahlevi yang juga tengah menjabat sebagai Direktur Event Daerah di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, terus bergerak menuntaskan tugas-tugas yang dibebankan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, sekaligus menyelesaikan persoalan Kota Sabang.

Selama 1 tahun menjabat, Pj Walikota Sabang Reza Fahlevi terus melakukan pembenahan. Selain meningkatkan pelayanan masyarakat terhadap kebutuhan mendasar seperti kesehatan dan pendidikan, juga fokus pada pembenahan tata kelola pemerintahan, melaksanakan agenda reformasi birokrasi, dan peningkatan berbagai sektor di Kota Sabang.

Dengan merangkul dan meningkatkan koordinasi, Pj Wali Kota Sabang mengajak seluruh Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) serta perangkat daerah lainnya, untuk terus berinovasi dan bergerak maju, menyelesaikan persoalan daerah serta membangun Kota Sabang menjadi lebih baik.

“Kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan dalam pembangunan di Sabang,” ujar Reza Fahlevi.

Langkah gesit yang dilakukan Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tersebut, menjadi motivasi para kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) untuk meningkatkan inovasi dan terus bergerak maju, menyelesaikan persoalan daerah serta membangun Kota Sabang menjadi lebih baik.

Kini, perangkat daerah di Kota Sabang menjadi lebih terstruktur dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Menjabat di tengah masalah defisit anggaran pasca merebaknya Covid-19, Reza Fahlevi terus berupaya kembali membangkitkan perekonomian, mengatasi berbagai masalah, dan membenahi pemerintahan Kota Sabang, sembari memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, perlahan tapi pasti telah banyak perkembangan dan kemajuan yang terjadi di Kota Sabang dari berbagai sektor, baik pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, khususnya di sektor pariwisata.

*Memperbaiki Tata Kelola Pemerintahan*

Dalam hal reformasi birokrasi, Kota Sabang yang dipimpin Reza Fahlevi, secara perlahan terus memperbaiki tata kelola pemerintahan. Berbagai upaya dilakukan, termasuk diantaranya menciptakan kebijakan pencegahan korupsi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengelola dan menyerap APBD tepat sasaran.

Dengan menerapkan tata pemerintahan yang baik dan bersih, Nilai Monitoring Centre For Preparation (MPC) yang awalnya berada di angka 34,25 persen pada September 2022 (awal menjabat), menjadi 69 persen per tanggal 19 September 2023.

Dengan begitu, nilai MCP Pemerintah Kota Sabang mengalami peningkatan, yaitu menjadi peringkat tertinggi ke 5 di Provinsi Aceh dan peringkat 22 secara nasional, padahal tahun lalu Sabang selalu berada di posisi bawah.

“Meski dalam 1 tahun pertama ini memang ada capaian-capaian yang kita raih, tapi juga masih banyak PR yang belum semuanya dapat dituntaskan. Apalagi tahun ini memang tahun yang berat, kita harus bayar hutang, pendapatan juga menurun, dan sebagainya,” kata Pj Wali Kota Sabang.

Lewat hubungan baik dan silaturahmi yang Ia bangun selama berkarir, Pj Wali Kota Sabang berhasil mengoptimalkan APBD dalam membiayai pembangunan daerah dan meningkatkan PAD serta bekerjasama dengan berbagai pihak melalui berbagai event untuk mendongkrak kota wisata Sabang.

BACA JUGA...  Berita Hoax Tentang Vaksin Covid-19 Menyesatkan

“Namun, masih terdapat beberapa PR seperti kerjasama Hotel Sabang, Hotel Sabang Hill dan Gapang resort yang belum ada investor. juga ada beberapa gedung yang belum selesai dikerjakan seprrti RSU baru, SCC dan lain-lain,” jelasnya.

Tidak hanya memperbaiki tata kelola pemerintahan, Pj Wali Kota Sabang juga sangat menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam pembangunan, seperti secara kontinyu mengatasi persoalan sampah, menjaga kelestarian terumbu karang, hutan, bahkan pelestarian bangunan-bangunan bersejarah.

Ia terus mengatasi persoalan pembangunan tersebut, meski masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah, seperti pelestarian bangunan karantina haji yang belum tertangani dengan baik.

*Cepat tanggap kendalikan inflasi*

Sejak awal menjabat, Pj Wali Kota Sabang sudah dihadapkan dengan permasalahan defisit anggaran dan inflasi yang cukup tinggi.

Mengatasi hal ini, Pj Wali Kota Sabang sangat serius menindaklanjuti arahan Presiden dan Mendagri serta arahan Gubernur Aceh, untuk terus berupaya mengawasi dan mengambil sikap pasca penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sabang.

Reza Fahlevi menjadikan isu pengendalian inflasi sebagai agenda prioritas dan sinergi serta kolaborasi, dengan pengaktifan peran TPID Kota Sabang, untuk koordinasi pengendalian inflasi dan melaksanakan Program Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen.

Kemudian, mengoptimalkan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan dengan melakukan sidak pasar dalam rangka menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok. Kemudian menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, dengan menggelar operasi pasar murah melalui Disperindagkop & UKM.

Pj Wali Kota Sabang juga memberikan subsidi transportasi berupa voucher BBM untuk 19 mobil angkutan penumpang umum dan 78 unit angkutan khusus becak penumpang dan pemberian bansos kepada 768 nelayan di Kota Sabang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

Bantuan sosial juga diberikan kepada 632 keluarga penerima manfaat di Kota Sabang melalui Dinsos, PMG, PP, dan PA Kota Sabang.

Reza Fahlevi juga menerima aspirasi masyarakat dengan melakukan pertemuan dan kunjungan ke gampong-gampong serta mengajak masyarakat untuk membuka lahan produktif dengan gerakan menanam cepat panen.

*Menangani kasus stunting*

Permasalahan stunting juga menjadi salah satu yang harus ditangani segera oleh Pj Wali Kota Sabang. Ia acap kali turun langsung ke gampong-gampong untuk memastikan penanganan stunting di Kota Sabang berjalan dengan lancar.

Beberapa program diterapkan kepada masyarakat, seperti tetap menjalankan Program Geunaseh (Gerakan Untuk Anak Sehat), dan Geber Santun (Gerakan Bersama Sanitasi Aman dan Tuntas), sembari melakukan monitoring terhadap Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan gizi tinggi serta menu 4 bintang terhadap anak stunting.

Selain meningkatkan peran ibu, peran bapak-bapak juga dilibatkan dalam mengatasi stunting. Oleh karenanya hadir program Bapak Asuh Stunting (BAAS) yang melibatkan seluruh pihak di Kota Sabang.

“Atas kerja keras semua pihak terutama Dinas Kesehatan Kota Sabang, prevalensi stunting di Kota Sabang berhasil turun. Berdasarkan E-PPGBM, angka stunting turun dari 13,48 persen di bulan September 2022, menjadi 11,2 persen tahun 2023. Sementara berdasarkan SSGI pada tahun 2021 Kota Sabang berada di angka 23,8 menjadi 23,4 di tahun 2022,” jelas Pj Wali Kota Sabang.

POS SAGA (Pokja Sanitasi Saweu Gampong), Kelas ibu hamil meliputi kegiatan pembenahan penyuluhan seputar kehamilan, dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), serta Program Dapur Anak Sehat, juga terus dilakukan Pj Wali Kota Sabang.

BACA JUGA...  Aceh Culinary Festival kembali digelar, Catat Tanggalnya !

Pemerintah Kota Sabang di bawah pimpinan Reza Fahlevi ikut memberikan pendampingan kesehatan, gizi dan reproduksi bagi calon pengantin, Pasangan Usia Subur (PUS). Kemudian melakukan pemantauan ibu hamil, dan kampanye 1000 hari pertama Kehidupan.

*Fokus tingkatkan UMKM dan berinovasi dari hasil pertanian*

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pj Wali Kota Sabang selalu melibatkan para pelaku UMKM dalam berbagai event yang diselenggarakan baik lokal maupun nasional.

Berbagai pelatihan pun digelar guna meningkatkan kualitas produk dan kreatifitas pelaku usaha, agar mampu memasarkan produk hingga ke pasar global. Dengan begitu, kualitas produk menjadi lebih bagus, berdaya saing, serta diminati dan mampu menyuplai kebutuhan wisatawan.

Banyak UMKM lokal khas Kota Sabang yang wajib menjadi oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan. Contohnya seperti cokelat Sabang dan Cokinol, yang merupakan olahan cokelat produksi UMKM Sabang, dimana pengumpulan bahan bakunya diambil langsung dari petani kakao Sabang.

Tidak hanya kakao, meski dalam skala kecil Kota Sabang juga mengembangkan nilam, cengkeh, kelapa, pinang dan produk perkebunan lainnya.

Selain itu, dua varietas unggulan Pulau Weh, Salak Sabang dan Alpukat Ashifa Sabang juga telah resmi mendapatkan sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman.

*Dongkrak Perekonomian Daerah Melalui Sektor Pariwisata*

Secara geografis, luas wilayah Sabang tidak begitu besar, namun memiliki potensi wisata paket lengkap. Di dukung bentang alam dan objek wisata unggul, Pulau Weh ini cukup terkenal dengan wisata alam bawah lautnya yang mendunia.

Sejak dilantik sebagai Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi langsung tancap gas menciptakan denyut pada sektor pariwisata di Kota Sabang. Dalam pertumbuhan ekonomi, Sabang fokus pada pengembangan sektor pariwisata. Bahkan ia menargetkan pariwisata harus mendongkrak perekonomian di tengah inflasi nasional.

Saat ini Pj Wali Kota Sabang fokus pada peningkatan kualitas daya tarik wisata, aksesibilitas dan juga kualitas amenitas. Hal ini dilakukan dengan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, peningkatan sarana dan prasana, promosi wisata, peningkatan event serta pengembangan desa wisata.

Beragam destinasi wisata yang dimiliki Kota Sabang seperti wisata alam bawah lautnya yang mendunia, pantai, gunung api, hutan lindung, danau, air terjun, wisata sejarah, dan lain sebagainya, juga semakin berkembang dan mengalami perubahan.

Kualitas tempat wisata, mulai dari berbagai infrastruktur, sarana dan prasarana, serta budaya sadar wisata baik dari pelaku juga masyarakat terus ditingkatkan.

Sebagai salah satu pendongkrak perekonomian Kota Sabang, sektor pariwisata mengalami kemajuan pesat. Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan, promosi wisata, penyelenggaraan event, dan penghargaan yang diterima.

Selama menjabat, telah banyak peningkatan pelaksanaan event pariwisata di Kota Sabang. Ada 12 event yang sudah dilaksanakan dari kurun waktu 1 tahun ini dan salah satunya masuk ke Kalender Event Nasional (KEN) Tahun 2023 yaitu Event Sabang Marine Festival.

Agenda bergengsi itu diantaranya, Anoi Itam Village Festival, Iboih Festival, Sabang Marine Festival, Festival Toet Apam, Jaboi Village Festival, Malam Penobatan Duta Wisata 2023 dan lain sebagainya.

Event tersebut merupakan ajang promosi daerah yang menyentuh masyarakat gampong secara luas. Kiprah pria kelahiran Banda Aceh tersebut dalam memajukan kota wisata di ujung barat Indonesia itu sangat dirasakan dampaknya bagi daerah dan tentunya perekonomian masyarakat Sabang.

BACA JUGA...  Atlet FAJI Bener Meriah Lolos ke PORA Tahun 2022

*Raih berbagai penghargaan*

Genap setahun Reza Fahlevi menjabat sebagai Pj Wali Kota Sabang. Dalam kurun waktu tersebut telah banyak prestasi yang Ia ditorehkan.

Tantangan menjadi kepala daerah di tengah carut marut persoalan dihadapi Reza dengan baik dan berhasil menuai pujian dari berbagai pihak serta membawa penghargaan bagi Kota Sabang.

Adapun penghargaan yang Ia peroleh diantaranya membawa Kota Sabang sebagai Juara 1 Kategori Kelembagaan dan CHSE pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 untuk Gampong Iboih, dan Juara Harapan 1 Kategori Suvenir pada ADWI 2023 untuk Gampong Aneuk Laot.

Selain itu, penghargaan sebagai Juara 2 Diving Iboih Kategori Wisata Air pada API Award 2022 dan Penghargaan KaTa Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) bidang Kriya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga di raih Kota Sabang. Bahkan Gampong Iboih, Sabang, memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Desa Wisata dengan Populasi Lumba-Lumba Terbanyak.

Kemudian, ada pula penghargaan Peringat Terbaik di Aceh untuk hasil EPPD Tahun 2022 pada kategori Pemerintah Daerah Berstatus Kinerja Sedang Dengan Skor 2,75 dan mendapatkan penghargaan Special Mention Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian pada BKN Award 2023.

Tidak hanya itu, Pemko Sabang juga menerima penghargaan BKN Award 2023 Kategori Penerapan Manajemen Kinerja Pemerintah Kota Tipe Kecil, Penghargaan kategori capaian PA MKJP PER PPM tertinggi, serta Piagam Penghargaan Atas Capaian Pelayanan KB TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 (Kategori Capaian Terbaik II).

Berbagai penghargaan dalam sektor kesehatan juga diraih Pemko Sabang, diantaranya Irnawati, seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), di Puskesmas Pria Laot, Kota Sabang meraih Juara Pertama Kejuaraan Mikroskopis Malaria Tingkat Nasional, serta Pemberian Sertifikat Penghargaan Atas cakupan 95 persen dalam Program SubPIN Polio atau tertinggi di Provinsi Aceh oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Masih dari sektor yang sama, Pemko Sabang juga meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2023 yang diberikan langsung oleh Mendagri sebagai bentuk nyata Komitmen Pemda dalam mendorong Program JKN, dan Penghargaan Program JKN atas Kontribusi dalam Menyukseskan Program JKN dengan Penganggaran dan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan (JKN) Tepat Waktu dan Tepat Jumlah.

Di dunia pendidikan, Pemerintah Kota Sabang juga berhasil meraih penghargaan Anugerah Merdeka Belajar tahun 2023, atas pencapaian sebagai pemerintah daerah transformatif tingkat kabupaten/kota Non 3T, dalam kategori Transformasi SDM Pendidikan.

Kemudian Penghargaan Kategori Pratama tahun 2022, Kota Layak Anak dan Penghargaan Kategori Madya tahun 2023 Kota Layak Anak juga diberikan oleh kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepada Pemerintah Kota Sabang. (Jalaluddin Zky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *