Masyarakat Tenggulun Empat Jam Datangi Kabel Gajah Minta Kepastian Hukum

Jumat, 25 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Tenggulun Empat Jam Datangi Kabel Gajah Minta Kepastian Hukum. [Foto mediaaceh.co.id]

Masyarakat Tenggulun Empat Jam Datangi Kabel Gajah Minta Kepastian Hukum. [Foto mediaaceh.co.id]

“Inti surat kami tersebut minta kepada warga atau penduduk yang sama sekali bukan warga Tenggulun yang telah menguasai lahan dalam kawasan TNGL dan APL, agar diberhentikan aktifitasnya, serta kami minta mereka untuk keluar dari lahan garapan di Kabel Gajah, serta Satgas Penanganan Penyelesaian Konflik Lahan Pemkab Aceh Tamiang segera turun ke lapangan untuk menghentikan dan menyelesaikan konflik sosial yang meresahkan,” tegas Irfan.

KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Sedikitnya 60 orang Masyarakat Petani Tenggulun yang tergabung di Koperasi Hutan Swakarsa Mandiri, empat jam datangi kawasan Kabel Gajah, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Blok Sikundur Tenggulun. Kecamatan Tenggulun Aceh Tamiang. Kamis, 24 April 2025.

BACA JUGA...  KPA Luar Negeri dan KBRI Selamatkan Korban Perdagangan Orang di Malaysia

Pendudukan kawasan Kabel Gajah itu, bentuk protes warga petani terhadap penguasaan lahan dalam kawasan TNGL oleh sekelompok orang dengan mengatas namakan JMD Cs.

Sebaliknya, para petani penggarap lahan [Anggota Koperasi Swakarsa Mandiri] Areal Penggunaan Lain (APL) di luar kawasan TNGL diberhentikan untuk tidak melakukan aktifitasnya untuk sementara waktu oleh pihak yang berkompeten [Tim Gabungan Pengamanan Hutan].

BACA JUGA...  Uang 7 Juta Raib

Sementara kelompok JMD Cs masih dan terus menguasai serta menguasai lahan yang jelas-jelas bertentangan dengan Roll of Law, sebab berada dalam kawasan TNGL dan APL.

Berita Terkait

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB