Masyarakat Seunuddon Kecewa Terhadap Perumda Tirta Pase Akibat Krisis Air Bersih

Ilustrasi.

LHOKSUKON (MA) Masyarakat yang tinggal di pesisir Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Perumda Tirta Pase. Selama dua bulan terakhir, warga di daerah tersebut tidak mendapatkan suplai air bersih, sehingga menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Agus Salim, salah seorang warga Komplek Bantayan, Dusun Ulee Tanoh, Gampong Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, menyampaikan keluhannya kepada mediaaceh.co.id pada Rabu (12/6). Menurut Agus, kondisi ini telah membuat masyarakat merasa sangat terganggu dan kesulitan menjalankan aktivitas harian.

“Sudah hampir dua bulan mengalami krisis air bersih. Meski telah berulang kali menghubungi kepala PDAM wilayah Kecamatan Seunuddon, keluhan mereka belum mendapatkan tanggapan. Warga merasa diabaikan, dan mereka kebingungan ke mana harus melapor lagi,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, bahwa setiap bulan mereka harus membayar tagihan sekitar Rp. 10.000, tetapi mereka merasa keberatan membayar jika tidak ada air yang mengalir. “Kami siap membayar tagihan jika air mengalir lancar. Namun, sampai saat ini, janji PDAM setelah menanam pipa besar belum terpenuhi,” ujarnya.

BACA JUGA...  HNSI Kota Medan Laksanakan Penanaman Mangrove di Bagan Deli Belawan 

Di Dusun Ulee Tanoh, banyak warga yang mengeluhkan hal yang sama. Meskipun pipa tersebut sudah ditanam dari induk di Kecamatan Seunuddon, air bersih belum juga sampai ke rumah-rumah warga. “Kami sering melihat kebocoran di jalan, yang berarti air sudah sampai ke tempat kami. Tapi anehnya, air tidak pernah mengalir di rumah kami,” tambah Agus.

Masyarakat berharap PDAM dapat memberikan solusi jangka pendek seperti menyuplai air setiap beberapa hari sekali. “Harapan kami, misalnya malam ini wilayah lain, besok wilayah kami. Satu minggu dua kali juga tidak apa-apa, yang penting ada air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

BACA JUGA...  Meriahkan HUT RI ke 74, Lanudal Sabang Gelar Gowes Kemerdekaan

Warga meminta agar PDAM lebih teratur dalam menyalurkan air, tidak dibiarkan mengalir ke mana saja tanpa ada pengaturan yang jelas. Mereka juga mengusulkan agar PDAM membuat jadwal pembukaan kran utama secara bergiliran antara wilayah-wilayah yang membutuhkan. “Kami butuh solusi, bukan janji. PDAM seharusnya bisa memaksimalkan program suplai air ini agar kebutuhan dasar kami terpenuhi,” tegas Agus.

Krisis air bersih ini menjadi perhatian serius bagi warga Komplek Bantayan dan sekitarnya. Mereka berharap pemerintah daerah dan PDAM segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan pasokan air bersih ke wilayah mereka.

Agus juga menambahkan bahwa masyarakat telah berusaha mencari solusi sementara dengan menggunakan air sumur dan membeli air galon, namun hal ini tentu saja tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. “Kami berharap Perumda Tirta Pase segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang seharusnya bisa kami dapatkan dengan mudah,” tambahnya.

BACA JUGA...  Melalui Zoom Meeting, Pj. Sekda Ikut Rakor dengan Sekjen Kemendagri Terkait Hal Ini 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Perumda Tirta Pase terkait masalah tersebut. (Sayed Panton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *