Malu Ah!, Kilang Padi Bantuan Pemerintah Dibangun Di Lahan Keluarga Bupati

Sabtu, 2 April 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kilang Padi Bantuan APBN 2014 di Desa Cot Geurendong Kecamatan Jeumpa yang di Bangun di atas Lahan Milik Keluarga Isteri Bupati Ruslan (Foto : Lintas Nasional.Com)
Kilang Padi Bantuan APBN 2014 di Desa Cot Geurendong Kecamatan Jeumpa yang di Bangun di atas Lahan Milik Keluarga Isteri Bupati Ruslan (Foto : Lintas Nasional.Com)

BIREUEN | AP– “Ini kerajaanku, jangan kalian ganggu”. Begitulah kesan terhadap kekuasaan bupati di daerah tersebut. Meski disadari jika keputusan yang diambil bakal mengundang polemik dan berseberangan dengan Juknisnya, namun Pemkab Bireuen melalui Distan tetap menjalankan programnya dengan bangga. Barangkali juga tersirat dalam benak kadisnya kalau “urusan hukum itu belakangan”.

Penilaian tersebut adalah gambaran terhadap pembangunan kilang padi model bantuan pemerintah dari dana APBN 2014, yang nyatanya penetapan lahan bangunannya tidak sesuai dengan aturan. Pasalnya, kilang padi bantuan Kementerian Pertanian yang diarahkan kepada Koptan Geureundong Jaya tersebut didirikan diatas tanak milik keluarga Nyonya Hj Faridah Adam, yang tak lain adalah sang istri dari Bupati Bireuan, H Ruslan M Daud.

BACA JUGA...  FORKOPMABIR, Aqsal: Desak Bupati Bireuen Segera Copot Kadinsos

Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan menilai, tindakan demikian sangat tidak etis serta menggambarkan keserakahan. Mengingat, ketika masa jabatan Bupati tamat, kilang padi model dengan harga milyaran rupiah tersebut pasti akan menjadi hak milik pribadi yang punya lahan.

“Nanti masa jabatan Ruslan “The End”, kilang padi tersebut otomatis menjadi harta pribadi keluarganya,” kecam seorang tokoh peduli kemajuan Bireuen pada Bongkar New Jum`at 1 April 2016 menanggapi ulasan berita yang dilansir media Online intas Nasional.com tetang Kilang Padi Bantuan pusat, sehari sebelumnya.

Menjawab Bongkarnews.com via ponsel pribadinya Sabtu 2 April , Kepala Desa Cot Geureuendong, Kecamatan Jeumpa Saiful Fuddin mengaku jika alasan pihak pengurus Koperasi Desanya menggunakan lahan keluarga istri bupati untuk membangun kilang padi bantuan tersebut karena Koptan Geureundong Jaya tidak memiliki kekayaan asset tanah yang diperlukan.

BACA JUGA...  Ini dia Doa Tulus Nenek Hasanah Boru Nasution

“Karena alasan Kelompok Tani Desa kami belum memiliki tanah pribadi maka pihak pengurus Kelompok tani sepakat untuk mempertahankan bantuan APBN tersebut diatas lahan milik keluarga istri bupati Ruslan dengan catatan pinjam bersyarat dengan perjanjian tertulis tanpa sewa selama 10 tahun. Kemudian setelah 10 tahun nanti akan dibuatkan perjanjian baru, apakah akan dijual kepada Koptan kalau sudah mampu atau semacam sistem sewa pertahun ,” ungkap Geuchik Saiful, sembari menambahkan kalau dirinya tidak mengetahui kalau menyangkut nilai rupiah paket dari bangunan kilang padi tersebut.

Diakui Saiful, selain bangunan dan mesin kilang padi, Koptan Geurendong Jaya pada saat bersamaan juga menerima bantuan berupa sarana pengangkut padi tiga roda dan mesin pemotong padi. Pada musim panen padi tahun lalu, asset bantuan itu kita gunakan beraktivitas dan pernah pula disewakan yang hasilnya terkumpul untuk modal Koptan.

BACA JUGA...  Jatim Raih Medali Emas Basket 3×3 Putra pada PON XXI Aceh-Sumut

Pada saat peresmian sarana pascapanen padi (model) serta penyerahan sejumlah bantuan lainnya yang bertempat di Desa Cot Geureundong, Kecamatan Jeumpa Otober 2014 lalu, berlangsung acara seremonial yang cukup meriah. Selain mengingat acaranya berlagsung di kampung mertua sang Bupati, dihadiri pejabat pusat yakni Direktur Pasca Panen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Pending D Permana, pejabat Dinas Pertanian Propinsi, Bupati dan Wakil Bupati Bireuen serta hampir seluruh kepala SKPK Pemkab Bireuen. (BNC)

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

TNI bersama warga Ase sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan Beton di Aceh Selatan 

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:36 WIB

KESEHATAN

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB