Dalam program itu, Ia memastikan mereka kembali untuk mengabdi di Aceh setelah menyelesaikan pendidikan dan program magang tersebut.
“Ini adalah langkah penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan dan pembangunan berkelanjutan di Aceh. Dengan program magang di luar negeri, kita harapkan putra-putri Aceh dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk membangun tanah kelahiran mereka,” kata Ridha, yang juga salah seorang tokoh muda Aceh yang sudah banyak membangun jaringan di Tingkat nasional itu.
Peningkatan Imtaq dan Iptek
Prof. Dr. Teuku Abdullah Sanny, dalam sambutannya mengatakan pentingnya perubahan bagi Aceh untuk menjadi daerah yang mandiri kedepan. Aceh membutuhkan perubahan yang besar dengan harapan baru untuk mewujudkan Aceh yang paripurna secara lahir dan batin melalui peningkatan iman dan takwa (IMTAQ) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
“Aceh ini memiliki sumber daya alam yang melimpah. Dengan IPTEK dan kompetensi saya di bidang pertambangan dan mineral, kita harus mampu memikirkan kepentingan rakyat Aceh dan bisa mandiri, mengingat tahun 2027 kemungkinan Otsus akan berahir,” tegasnya.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Prof. Teuku Abdullah Sanny berharap dapat membawa Aceh menuju masa depan yang lebih cerah, adil, makmur dan sejahtera.




