TAKENGON (MA) – Masa lalu sering kali menjadi bagian dari kenangan yang tak terlupakan, terutama canda tawa serta suka duka di masa remaja. Berikut ini adalah petikan wawancara media dengan beberapa sahabat Alaidin Abu Abas, seorang tokoh yang kini dikenal sebagai pengusaha dan politisi.
Srinola, seorang ibu rumah tangga asal Kampung Kayukul, Kecamatan Pegasing, mengungkapkan kebanggaannya terhadap Alaidin, yang pernah menjadi teman sekelasnya sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing. “Nyak,” begitu Srinola dan teman-teman akrab memanggil Alaidin, sering berjalan kaki atau bersepeda menuju sekolah. “Terkadang, ia naik labi-labi sambil bergelantungan dari Kampung Uning menuju Simpang Kelaping,” kenangnya.
Srinola juga menceritakan kebersamaannya dengan teman-teman lain seperti Gustini dan Wardani. Mereka sering pulang sekolah bersama, bercanda dan berlari-lari kecil hingga tiba di rumah masing-masing.
Alaidin, yang dulunya tinggal di Uning, pindah ke Banda Aceh saat menginjak bangku SMA untuk tinggal bersama pamannya. Sejak itu, pertemuan mereka semakin jarang karena masing-masing melanjutkan pendidikan di tempat yang berbeda.
Dalam perjalanannya, Alaidin berhasil menjadi pengusaha mandiri di bidang konveksi dan usahanya semakin dikenal luas. Tak hanya sukses sebagai pengusaha, Alaidin kemudian terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Demokrat. Ia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) selama dua periode berturut-turut. Selama menjabat, Alaidin kerap turun ke daerah pemilihannya dan menyempatkan diri bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya, termasuk Srinola. “Kami sering berkomunikasi dengannya melalui telepon jika ada keperluan,” tambah Srinola.




