LKPHI Soroti Polemik Gelar Soeharto

Senin, 1 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy. Foto: Ist

Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy. Foto: Ist

JAKARTA (MA)— DPN Lembaga Kajian dan Pengembangan Hukum Indonesia (LKPHI) menyoroti polemik gelar pahlawan untuk Soeharto setelah munculnya penolakan dari Megawati Soekarnoputri. Dalam rilis pers tertanggal 30 November 2025, LKPHI menilai perdebatan tersebut menunjukkan bahwa luka sejarah bangsa masih belum sepenuhnya selesai.

Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy, mengatakan langkah Megawati menolak rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Kedua RI Soeharto dapat dibaca sebagai ekspresi memori kolektif bangsa yang masih menyimpan trauma masa lalu. Menurutnya, sikap itu sah sebagai prinsip politik, tetapi sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendewasaan sejarah masih berlanjut.

BACA JUGA...  Taufik: Pasangan SEDE Memiliki Jalur Khusus ke Prabowo Subianto

“Sikap Ibu Megawati adalah bentuk keberanian mempertahankan prinsip. Tapi ini juga menjadi cermin bahwa bangsa kita belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalu,” ujar Ismail.

Ia mengingatkan bahwa jika penolakan itu didorong pengalaman personal keluarga besar Soekarno, maka langkah tersebut bisa dibaca sebagai politik dendam yang menghambat rekonsiliasi nasional. Padahal, menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya merawat persatuan dengan pendekatan inklusif.

BACA JUGA...  Sadar Salah, Air Mata Sulaiman Abda Tumpah

Ismail juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyikapi figur sejarah. Ia mencontohkan Gus Dur, Taufiq Kiemas, dan Presiden Prabowo sebagai sosok yang bisa menempatkan catatan kelam dan jasa seseorang secara seimbang.

“Pemimpin sejati tidak perlu menghapus kesalahan masa lalu, tetapi mampu melihatnya secara objektif,” katanya.

Terkait perdebatan mengenai jasa Soeharto di bidang pembangunan dan stabilitas nasional, Ismail menegaskan bahwa sejarah harus dilihat secara proporsional. Menurutnya, kesalahan Soeharto harus diakui, tetapi pencapaiannya tetap layak diapresiasi.

BACA JUGA...  Pemkab Nagan Siapkan 75 Vasinator Vasin Covid19

Di akhir rilisnya, Ismail menyebut pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto—jika didasarkan pada kajian akademik—dapat menjadi simbol kedewasaan bangsa.
“Bangsa yang besar mampu mengingat tanpa membenci, dan belajar tanpa melupakan,” tutupnya. (ril)

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB