BANDA ACEH | MA — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 dinilai belum menunjukkan pergerakan signifikan di lapangan.
Kondisi ini menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Laskar Panglima Nanggroe, yang menilai percepatan belanja pemerintah daerah hingga kini masih sebatas wacana.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk mempercepat realisasi APBA 2026 pada triwulan pertama tahun anggaran, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.
Percepatan belanja disebut menjadi salah satu strategi untuk menjaga daya beli masyarakat serta menggerakkan sektor riil melalui proyek-proyek pemerintah. Namun di lapangan, realisasi tersebut dinilai belum berjalan optimal.
Ketua Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, mengungkapkan bahwa pihaknya memperoleh informasi di sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) hingga kini belum menetapkan secara jelas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat realisasi paket kegiatan maupun proyek yang bersumber dari APBA 2026.
Hal tersebut disampaikan Sulaiman Manaf di Banda Aceh, Kamis, 26 Februari 2026.




