“Pemimpin yang kami harapkan adalah sosok yang sudah terbukti berjasa untuk Aceh, yang selama ini turut serta dalam perjuangan rakyat, bukan orang yang hanya datang untuk mengejar kekuasaan atau kepentingan pribadi. Kami berharap agar Gubernur Aceh dapat memilih dengan bijak, mengedepankan sosok yang punya visi dan dedikasi untuk Aceh,” tegasnya.
Selain itu, LPN juga menekankan pentingnya peran Bank Aceh Syariah dalam memperkuat sektor keuangan syariah di Aceh. Lembaga perbankan daerah ini dinilai harus menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Dalam proses menuju RUPS, dua nama yakni Fadil Ilyas dan Syahrul disebut-sebut sebagai kandidat kuat Direktur Utama BAS. Namun, Laskar Panglima Nanggroe menegaskan bahwa seleksi tidak boleh hanya mempertimbangkan popularitas atau kedekatan politik semata.
“Pemilihan pemimpin BAS harus berbasis pada kejujuran, pengalaman nyata, dan pengabdian kepada rakyat Aceh. Kami berharap Gubernur tetap menjaga transparansi dan objektivitas, dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya,” kata Sulaiman.
Sebagai pemegang saham pengendali, Gubernur Aceh diharapkan tidak hanya menetapkan sosok yang mampu mengelola perbankan secara profesional, tetapi juga yang bisa menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi Aceh.




