Di sela penyerahan, Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa alat posyandu bukan hanya perlengkapan teknis, tetapi fondasi untuk pencegahan sejak dini.
“Peralatan yang memadai akan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam mendeteksi dini masalah tumbuh kembang seperti stunting, underweight, dan overweight,” kata Iwan. “Ini juga bagian dari kontribusi perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.”
Di Desa Sukajadi, angka stunting memang menjadi perhatian. Sebagian keluarga masih hidup dalam keterbatasan ekonomi, dan pengetahuan gizi balita belum merata. Posyandu menjadi garda terdepan; tempat ibu-ibu muda mencari tahu tentang makanan tambahan, imunisasi, dan cara menakar pertumbuhan anak.
Datok Penghulu Sukajadi, Zainal Abidin Syah, yang ikut menyaksikan penyerahan alat itu, menyebut langkah Pertamina EP Rantau sebagai “napas baru” bagi para kader.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini,” ujarnya. “Alat-alat ini akan sangat membantu kader kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.”
Di tengah keterbatasan fasilitas dan tenaga, semangat para kader posyandu di Sukajadi memang tidak pernah padam. Mereka datang setiap bulan, mencatat berat badan balita, mendengarkan keluhan para ibu, dan memberi saran kecil yang menyelamatkan masa depan.




