Kunjungi Rumah Duka, Ketua SIGAP Minta Panglima TNI Tepati Janjinya Atas Kejadian Imam Masykur

Disamping itu, dengan linangan air mata, Fauziah mengisahkan, pada malam pertama putranya diculik, berkali-kali oknum TNI tersebut menghubunginya melalui telepon seluler.

“Kejadian itu berlangsung pada Sabtu malam tanggal 12 Agustus 2023,” tuturnya.

Wanita paruh baya ini menjelaskan, oknum TNI yang menculik putranya itu terus menelepon mulai pukul 19.00 WIB sampai 22.00 Wib.

BACA JUGA...  Gunakan Fasilitas Siaran Radio,  Cabjari Bakongan Berikan Penyuluhan Hukum

“Dia meminta uang tebusan Rp50 juta. Bila uangnya tidak segera kami kirimkan, anak saya akan dihabisi dan dibuang ke sungai,” tutur Fauziah dengan isak yang tertahan.

Setelah itu, sebut Fauziah, dirinya putus komunikasi dengan putranya yang diculik oknum TNI tersebut. “Teman-temannya juga kehilangan kontak dengan anak saya, sehingga kami memutuskan berangkat ke Jakarta,” imbuhnya.

BACA JUGA...  Terlibat Kasus Korupsi, Mantan Bupati Mursil Cs Diganjar 3 dan 4 Tahun Kurungan

Fauziah hanya berharap proses hukum yang adil agar pelaku “dihukum seberat-beratnya yang setimpal dengan perbuatannya”.

“Dari keluarga kami tiada maaf buat dia,” kata Fauziah sambil menambahkan, “Semoga cukup keluarga kami yang jadi korban, jangan untuk keluarga selanjutnya.”

Selain itu, Fauziah juga mengatakan bahwa selama Imam merantau lebih dari satu tahun lalu, tak pernah berurusan macam-macam dengan orang.

BACA JUGA...  Pemko Sabang Rombak Kabinet, 71 Pejabat Kembali Dilantik

“Dari pergaulan, kata tetangga dia baik,” katanya.(Red)