Perhelatan pemerintah jalanan pada tanggal 26 Desember 2021, tak dapat ditawar lagi, Syekhi dan pengikutnya sudah siap dengan konsekuensi yang muncul.
“Kita akan tetap menggelar aksi damai untuk meminta Malik Mahmud turun dari jabatan Wali Nanggroe Aceh. Tak terkecuali juga Muzakir Manaf bagian dari rencana ini,” tegas Syekhi pada mediaaceh.co.id. Rabu, 17 Maret 2021 di Banda Aceh.
Tak ada kamus mundur, untuk perhelatan pemerintah jalanan damai tersebut, mereka tetap melakukannya. Meski pro dan kontra dari gerakan yang mereka lakukan tersebut tetap ada.
“Tak ada posisi tawar untuk gerakan ini. Kita tetap akan melakukannya, untuk tujuan lebih baik bagi Aceh yang berkelanjutan,” begitu papar pendukung Jokowi-Makruf Amin di Pilpres 2019.
Syekhi menilai dua sosok tersebut sudah tidak pantas di posisinya karena sudah menjatuhkan marwah dan martabat bangsa Aceh yang sangat religi apalagi tanah Aceh tanah Indatu para syuhada.
Malek Mahmud sebagai Wali Nengroe Aceh tidak lagi menjadi representasif masyarakat Aceh. Ia meminta Muzakir Manaf dan Malek Mahmud lebih baik mundur dari jabatannya.
“Kita harapkan Wali Nenggroe bisa menjadi panutan masyarakat dan pemersatu rakyat Aceh bukan malah menjadi milik dan untuk kepentingan kelompok,” ujar Ketua Acehnese Australia Asosiasi (AAA) itu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya














