Syekhi kekeuh dengan animonya untuk melengserkan Malik Mahmud Al Haitar dan Muzakir Manaf dari jabatan mereka masing-masing. Ambivalen untuk keduanya telah luntur, digerus kohesi politik yang menguak bau amis tak sedap jabatan.
Laporan | Syawaluddin/Muktaruddin
BANDA ACEH (MA) – Posisi jabatan Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al Haitar sebagai Wali Nanggroe mulai terusik, dianggap tak ada jumawa dalam menakhodai biduk Wali Nanggroe Aceh.

Tersebut, Teungku Sufaini Usman, biasa disapa Teungku Syekhi itu, meradang. Sempalan Jurubicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Australia menilai, kinerja Wali Nanggroe dan Panglima GAM Muzakir Manaf rapuh, tak layak sebagai petinggi hasil Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.
Syekhi kekeuh dengan animonya untuk melengserkan Malik Mahmud Al Haitar dan Muzakir Manaf dari jabatan mereka masing-masing. Ambivalen untuk keduanya telah luntur, digerus kohesi politik yang menguak bau amis tak sedap jabatan.
Sugesty pengikut Teungku Syekhi sudah mengakar, untuk memberanguskan singgahsana Malik Mahmud Al Haitar dan Muzakir Manaf lengser ke perabon.




