Wali Nanggroe Terima Dubes Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Aceh–Moskow

Sabtu, 1 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar dengan Dubes Rusia.

Pertemuan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar dengan Dubes Rusia.

BANDA ACEH | MA — Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Alhaytar menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov, bersama Sekretaris Kedubes, Mrs. Ekaterina Kuznetsova, di Meuligoe Wali Nanggroe, Sabtu, 1 November 2025.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Paduka Yang Mulia didampingi Staf Khusus DR. M. Raviq, Katibul Wali Abdullah Hasbullah, S.Ag., MSM, serta sejumlah kepala dinas Pemerintah Aceh, di antaranya Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Kadis Perhubungan, Kadis Pertanian dan Perkebunan, serta Kadis Pendidikan Aceh.

BACA JUGA...  Jangan Biarkan Mimpi Aceh Tertunda, Laskar Panglima Nanggroe Ingatkan Presiden Prabowo Soal Janji Helsinki

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama antara Aceh dan Rusia di berbagai bidang strategis, seperti energi, pendidikan, dan pertanian. Wali Nanggroe menegaskan pentingnya memperkuat hubungan internasional Aceh dengan negara-negara sahabat, khususnya yang memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

Duta Besar Rusia menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi besar Aceh yang kaya sumber daya alam dan memiliki posisi strategis di jalur perdagangan dunia, Selat Malaka.

BACA JUGA...  Pertemuan Panas, Komisi III DPRK Aceh Selatan Usir Manejemen PT. ASN

Hubungan Aceh dan Rusia sesungguhnya telah berakar dalam sejarah panjang diplomasi internasional. Pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, wilayah ini dikenal luas sebagai pusat perniagaan dan kebudayaan di Asia Tenggara. Rusia, yang pada abad ke-19 mulai memperluas pengaruhnya ke kawasan Asia Pasifik, mengenal Aceh sebagai kerajaan yang berdaulat dan disegani. Catatan kolonial Belanda bahkan menyinggung perhatian Rusia terhadap perjuangan Aceh melawan penjajahan, karena melihat Aceh sebagai bangsa yang tangguh dan memiliki jati diri kuat.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Raih Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Muslim Travel Index 2025

Berita Terkait

Faisal Dukung Mualem, Persoalan Kekhususan Aceh Harus Tuntas
Faisal Rizal Hasan Minta Mualem-Dek Fadh Evaluasi Penempatan Taqwallah
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:21 WIB

Faisal Dukung Mualem, Persoalan Kekhususan Aceh Harus Tuntas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Faisal Rizal Hasan Minta Mualem-Dek Fadh Evaluasi Penempatan Taqwallah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB