KPA Wilayah Pasee Gelar Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, Hidupkan Semangat Warisan Samudera Pasai

“Generasi hari ini harus mengenal sejarah para pendahulu. Dari merekalah kita belajar tentang kepemimpinan, peradaban, dan perjuangan membangun bangsa. Nilai-nilai tersebut penting untuk dijadikan inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Peringatan haul yang bertepatan dengan wafatnya Sultan Al-Malik Azh-Zhahir pada 12 Dzulhijjah 726 Hijriah itu kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Tgk. Taufiq Husni dari Krueng Matee. Para peserta tampak khusyuk memanjatkan doa bagi sang sultan, para ulama, serta tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam membangun dan mengembangkan peradaban Islam di Aceh.

BACA JUGA...  Cabup Independen Aceh Jaya Datangi DPR Aceh, Ada Apa?

Suasana kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan kenduri dan makan bersama. Tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh tersebut menjadi simbol persatuan, silaturahmi, serta ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang sarat dengan nilai sejarah, budaya, dan keagamaan.

Melalui peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, KPA Wilayah Pasee berharap semangat menjaga dan melestarikan warisan sejarah Samudera Pasai terus hidup di tengah masyarakat. Kejayaan masa lalu dinilai bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sumber inspirasi yang dapat mendorong generasi penerus untuk membangun Aceh yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.(R)