Ia mengingatkan bahwa validasi data menjadi kunci dalam percepatan penyaluran bantuan. Tanpa data yang akurat, proses pencairan anggaran akan terhambat, dan pada akhirnya berdampak pada masyarakat.
Di tengah dinamika tersebut, Fadlon juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Bupati Armia Fahmi. Ia menilai kepala daerah tersebut menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh.
Bagi Fadlon, kepemimpinan dalam situasi krisis tidak hanya diukur dari kecepatan respons, tetapi juga konsistensi dalam memastikan keberlanjutan program pemulihan.
Ia melihat bahwa pemerintah daerah saat ini berupaya menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan fisik dan pemulihan sosial masyarakat.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Proses relokasi, penyesuaian lingkungan baru, hingga pemulihan ekonomi warga menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Banyak warga masih menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah, sembari berusaha membangun kembali mata pencaharian mereka.
Di sinilah peran edukasi menjadi penting. Dalam kunjungan tersebut, Fadlon turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap optimistis dan bersabar menghadapi proses yang sedang berjalan. Ia menilai bahwa pemulihan pascabencana adalah proses bertahap yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan kerja sama semua pihak.




