Kisah Malang Jenderal Köhler: Kuburan Digusur, Jantung Terkoyak Peluru

Minggu, 16 April 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | AP-Johan Harmen Rudolf Köhler (lahir di Groningen, 3 Juli 1818 – meninggal di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), 14 April1873 pada umur 54 tahun) ialah seorang jenderal Belanda yang memimpin KNIL dalam Perang Aceh Pertama pada tahun 1873.

Dalam usia 14 tahun, tepatnya tanggal 3 Mei 1832, ia bertugas di Infanteri IX dan kemudian berkampanye (1832-1833) di Belgia dan Flandria. Pada tanggal 21 Mei 1834 ia diangkat sebagai kopral, 16 Desember 1836 fourier dan pada tanggal 21 Juli 1838 menjadi sersan.

Dalam pangkat ini, ia ditempatkan di Hindia Belanda dan kemudian ke India pada tanggal 14 November 1839. Dalam 4 bulan, ia diangkat sebagai letnan dua dan pada tahun 1847 ia ditempatkan di Pesisir Barat Sumatera. Pada tanggal 4 Oktober pada tahun itu juga ia diangkat sebagai letnan satu dan pada tahun 1852 menjadi kapten, dalam pangkat itu ia bertindak sebagai tokoh yang berwenang dalam urusan sipil dan militer di Distrik Lampung. Pada tahun 1856, ia diangkat sebagai Komisaris Gubernemen.

BACA JUGA...  Prajurit Marinir Harimau Putih Laksanakan Urikes

Pada tahun 1857, ia diangkat sebagai ksatria dengan Militaire Willems-Orde Kelas IV untuk kerjanya selama Ekspedisi Lampung (1856).

Pada bulan Agustus 1857, ia meninggalkan Hindia Belanda untuk cuti selama 2 tahun. Selama tinggal di Belanda, pada tahun 1858, ia naik pangkat sebagai mayor dan untuk pertama dan terakhir kalinya ia ke Jawa pada bulan Juni 1859. Di sana, ia disetujui masuk Infanteri Batalyon II dan pada tahun 1860 atas Batalyon Garnisun di Bangka.

Pengangkatannya sebagai letnan kolonel terjadi secara cepat dan dengan kenaikan pangkat sebagai kolonel (1865), ia menjadi komando militer pesisir barat Sumatera. Dengan dekret kerajaan pada awal tahun 1873, ia diangkat sebagai mayor jenderal dan kemudian sebagai panglima tertinggi pasukan ekspedisi.

BACA JUGA...  Dimulainya Belajar Tatap Muka Babinsa Ikut Sampaikan Materi Wawasan Kebangsaan

Kesultanan Aceh yang berdaulat di Sumatera mencari kontak dengan Kerajaan Italia dan Britania Raya, dan kemudian dengan Kesultanan Usmaniyah. Belanda, yang merasa ditelikung pengaruhnya, mengirimkan ekspedisi ke sana, pada tanggal 8 April 1873, di bawah pimpinan Jenderal Köhler.

Köhler terbunuh dalam Perang Aceh I pada tanggal 14 April 1873 selama inspeksi setelah menduduki kembali Masjid Raya Baiturrahman yang sebelumnya sempat dikuasai oleh pejuang Aceh. Saat itu ia terkena peluru tepat di jantungnya. Mayatnya dibawa ke Singapura dengan kapal uap Koning der Nederlanden dan dimakamkan di Pemakaman Tanah Abang, Batavia dengan penghormatan militer (pada tahun 1976 pemakaman tersebut digusur dan setelah 2 tahun terkatung-katung di Kedutaan Besar Belanda akhirnya mayat Köhler dimakamkan di Kerkhoff, Banda Aceh atas usul Gubernur Aceh saat itu, Abdullah Muzakir Walad). Kedudukannya sebagai panglima tertinggi dalam ekspedisi pertama digantikan oleh Kol. E.C. van Daalen.

BACA JUGA...  Saatnya Mendesak Belanda untuk Mengakui Kemerdekaan RI Secara De Jure

Untuk menandai peristiwa tewasnya Kohler, pada tanggal 14 Agustus 1988, pemerintah Aceh dengan gubernurnya Ibrahim Hasan membuat sebuah monumen peringatan di tempat tewasnya Kohler yaitu di bawah pohon kelumpang di depan Mesjid Raya BaiturrahmanBanda Aceh. [Net]

Berita Terkait

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 
TNI Padamkan Api 
Dari Tanoh Gayo, Merawat Indonesia Damai
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga
Dandim Aceh Selatan: Jalan TMMD Buka Akses dan Peluang Ekonomi Masyarakat Desa
TNI Lanjutkan Program Jembatan Aramco di Aceh Selatan, Empat Gampong Jadi Sasaran
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:30 WIB

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:44 WIB

TNI Padamkan Api 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Dari Tanoh Gayo, Merawat Indonesia Damai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Berita Terbaru

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB

Direktur Utama BPJS Prihati Pujowaskito menyampaikan paparan tentang layanan jantung di   Cimahi, Kamis, (16/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:53 WIB

FEATURE

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:30 WIB