Dari Tanoh Gayo, Merawat Indonesia Damai

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON (MA) — Mempertahankan kemerdekaan tidak selalu berarti mengangkat senjata. Di tengah kehidupan yang terus berubah, perjuangan dapat hadir dalam bentuk yang lebih sederhana: menjaga persatuan, merawat kerukunan, memastikan keamanan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Pesan itu mengemuka dari Tanoh Gayo. Ribuan masyarakat Kabupaten Bener Meriah berkumpul di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Senin, 24 Agustus 2026.

Mereka mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dengan tema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa”.

Apel tersebut mempertemukan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga masyarakat umum hadir dalam satu ruang kebangsaan.

Bukan sekadar seremonial, kegiatan itu menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir. Di antaranya Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abu Bakar, Danbrigif 47/AR Letkol Inf Raden Aldi Wibisono, Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto, Danyonif 114/Satria Musara Letkol Inf Fahrul Yuza, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Ketua DPRK Bener Meriah Saleh, serta Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edward.

Bagi Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Justru perbedaan suku, bahasa, adat dan agama merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, dan gotong royong,” kata Tagore.

BACA JUGA...  Laskar Merah Putih Siap Bikin Tak Nyenyak Tidur Kubu ‘Dua Bendera’ di Aceh

Pernyataan itu menjadi salah satu pesan utama dalam apel. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan tindakan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Ia mengajak masyarakat terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga keamanan dan kedamaian di Tanoh Gayo.

Stabilitas sosial, kata Tagore, merupakan modal penting bagi pembangunan. Tanpa persatuan dan rasa aman, pembangunan akan kehilangan fondasi sosialnya.

Karena itu, kecintaan kepada Indonesia tidak cukup berhenti pada simbol. Merah Putih bukan hanya kain yang dikibarkan pada tiang, tetapi nilai yang semestinya hadir dalam perilaku sehari-hari.

“Merah Putih tidak cukup hanya kita kibarkan di tiang, tetapi harus selalu berkibar di hati dan tercermin dalam setiap pengabdian kita kepada daerah dan bangsa,” ujarnya.

Pesan tersebut menemukan konteksnya dalam sejarah panjang Bener Meriah dan Tanoh Gayo.

Di hadapan peserta apel, Tagore mengingatkan kembali Radio Rimba Raya. Sebuah nama yang tidak hanya melekat pada sejarah lokal, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Radio Rimba Raya memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Ketika keberadaan Republik Indonesia berada dalam tekanan politik dan militer, radio menjadi salah satu sarana menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan perjuangan Indonesia.

Sejarah itu, bagi Tagore, tidak boleh berhenti menjadi cerita masa lalu.

Generasi muda perlu mengenal bagaimana daerahnya ikut memiliki bagian dalam perjalanan bangsa. Dengan memahami sejarah, generasi berikutnya diharapkan tidak kehilangan hubungan dengan akar perjuangan daerah dan Indonesia.

Selain Radio Rimba Raya, Tagore juga menyebut Reje Linge sebagai bagian dari warisan sejarah Tanoh Gayo yang perlu terus diperkenalkan.

BACA JUGA...  Danpomdam IM Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Walakir HUT TNI ke- 73

Sejarah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dari sana, generasi muda dapat memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjalanan panjang, pengorbanan dan keteguhan banyak orang.

Semangat menjaga Indonesia juga disampaikan Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran.

Ia mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan.

Menurut Ali Imran, tantangan mempertahankan kemerdekaan pada masa kini berbeda dengan masa perjuangan fisik. Karena itu, pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui pendidikan, integritas dan karya.

“Kita harus bersyukur dan mengingat kembali pengorbanan para pahlawan. Sebagai penerus bangsa, seyogianya kita harus setia dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945,” kata Ali Imran.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami dan memedomani Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pemahaman terhadap aturan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengenal simbol negara, tetapi juga memahami kedudukannya sebagai bagian dari identitas dan kedaulatan bangsa.

Ali Imran mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberi manfaat.

“Mari kita berkontribusi nyata dengan mengisi kemerdekaan ini melalui kegiatan positif lewat pendidikan, integritas, dan karya di era modern,” ujarnya.

Pesan kebangsaan dalam apel itu kemudian diterjemahkan melalui seni dan budaya.

Sanggar Budaya Bener Meriah menampilkan Tari Munalu. Tarian tersebut menjadi bagian dari representasi kekayaan budaya lokal di tengah kegiatan yang membawa pesan persatuan nasional.

BACA JUGA...  Pj Sekda Bener Meriah Buka Germas di Madrasah, Wahdi: Hidup Sehat Demi Gapai Cita-Cita 

Sementara siswa-siswi MAN 3 Timang Gajah menampilkan drama kolosal bertajuk “Bersatulah Indonesiaku”.

Seni menjadi cara lain untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Tidak melalui pidato panjang, tetapi lewat gerak, cerita dan ekspresi generasi muda.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Damai yang dipimpin Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Bener Meriah, Rio Arianda Irawan.

Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen seluruh elemen yang hadir untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, menjaga simbol-simbol negara, memperkuat Bhinneka Tunggal Ika, serta menolak tindakan yang merendahkan lambang negara Republik Indonesia.

Pesannya sederhana, tetapi mendasar.

Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI tidak cukup hanya disebut dalam upacara. Keempatnya harus hidup dalam sikap dan tindakan masyarakat.

Di tengah masyarakat yang beragam, persatuan menjadi tanggung jawab bersama.

Bener Meriah memiliki sejarah perjuangan yang panjang. Radio Rimba Raya menjadi salah satu pengingat bahwa Tanoh Gayo pernah mengambil bagian dalam mempertahankan suara Republik.

Kini bentuk perjuangan itu telah berubah.

Tidak lagi dengan senjata, tetapi dengan menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi pertentangan. Tidak dengan medan perang, tetapi dengan memastikan masyarakat tetap hidup berdampingan dalam suasana aman dan damai.

Dari Tanoh Gayo, pesan itu kembali ditegaskan: kemerdekaan akan memiliki makna ketika masyarakat mampu merawat persatuan, menghormati keberagaman dan mengisi kehidupan dengan karya.

Merah Putih pun tidak hanya berkibar di tiang.

Ia harus tetap berkibar dalam hati dan tercermin melalui pengabdian kepada daerah dan bangsa. []

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Korem 011/Lilawangsa

Berita Terkait

TNI Padamkan Api 
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga
Dandim Aceh Selatan: Jalan TMMD Buka Akses dan Peluang Ekonomi Masyarakat Desa
TNI Lanjutkan Program Jembatan Aramco di Aceh Selatan, Empat Gampong Jadi Sasaran
TNI AD Gandeng PPL dan Petani Kembangkan Pakan Ternak Organik di Aceh Selatan
Pancasila sebagai Jangkar Moral Bangsa

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:44 WIB

TNI Padamkan Api 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Dari Tanoh Gayo, Merawat Indonesia Damai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Senin, 20 Juli 2026 - 23:50 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

NANGGROE

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Senin, 7 Sep 2026 - 14:30 WIB

KESEHATAN

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Senin, 7 Sep 2026 - 14:25 WIB

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:34 WIB