Keturunan Ke 6 Habib Bugak di Bireueun Perlihatkan Surat Wakaf

Jumat, 16 Maret 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/MEDIAACEH

Dok/MEDIAACEH

Bireuen | AP – Keturunan keenam dari Abdurrahman Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi, Zulkifli Alhabsyi, memperlihatkan surat terbuka Habib Bugak yang dikirim kepada pemerintah Arab Saudi sekitar 1222 Hijriah atau sekitar 1806 Masehi.

“Kami masih menyimpan surat kakek kami yang dikirim kepada Pemerintah Arab Saudi jauh sebelum Indonesia ini ada dan dokumen lain,” kata Zulkifli, pria yang sekarang sudah menetap di Gampong Mong Keulayu, Gandapura, Bireuen, Jumat (16/03/2018).

Makanya, lanjut Zulkifli, sangat aneh bila ada pihak atau Badan Badan Pebelola Keuangan Haji (BPKH) yang mencuat kepermukaan disebut-sebut berencana akan mengelolah tanah wakaf yang atau Baitul Asyi, yang sudah jelas sekali statusnya.

“Mengenai tanah wakaf kakek kami, jangankan keluarga atau keturunannya, pemerintah Arab Saudi saja, tidak boleh mencampurinya, karena, yang berhak mengelolanya adalah nazir (pengelola harta wakaf) yang ditunjuk pewakaf secara turun temurun, apalagi pihak selain itu tidak ada kaitan sama sekali, tentunya jelas-jelas tidak boleh,” tegasnya.

BACA JUGA...  H Saifannur Masih Sehat Walafiat, Isu Berita Yang Mengatakan Meninggal Itu Hoaks

Menurut Zulkifli, pihak keluarga besar Habib Bugak tidak pernah mempersoalkan masalah tanah atau bangunan di atasnya, karena memang sudah diwakaf oleh kakeknya untuk rakyat Aceh, khususnya yang melaksanakan ibadah haji, atau yang bermukim untuk belajar di negara tersebut.

“Kami saja, tidak ada maksud atau niat sedikitpun untuk mencampuri urusan tanah wakaf itu, karena memang sudah jelas statusnya, namun sekarang kami, perlu meluruskan supaya tidak ada pihak-pihak yang mencoba merobah atau mencampurinya masalah tanah wakaf tersebut,” katanya.

Lanjutnya lagi, Baitul Asyi tersebut, baru boleh diambil oleh pihak lain, apabila di dunia ini tidak ada lagi msulim Aceh yang menunaikan ibadah haji atau tidak ada lagi rakyat dari Serambi Makkah itu yang menuntut ilmu di negara tersebut.

BACA JUGA...  Sekolah HAM Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

“Apabila rakyat Aceh tidak ada lagi atau warga Aceh tidak ada lagi yang pergi menuntut ilmu ke negara tersebut, pertamanya harus diberikan kepada pelajar muslim di Asia Tenggara, seandainya itu juga tidak ada lagi, maka terakhir harus diberikan kepada imam masjidil haram itupun harus dipergunakan untuk kebutuhan masjid tersebut,” jelasnya.

Terkait perhatian khusus dari pemerintah Arab Saudi atau dari pihak Nadzir atas jasa kakeknya tersebut, Zulkifli menjelaskan, bahwa para keturunan habib Bugak tidak boleh menikmati dari hasil wakaf neneknya tersebut, karena itu diwakafkan kepada masyarakat Aceh, bukan kepada keluarganya.

 “Itu sama saja dengan ada orang tua mewakafkan kebun kelapa, lalu anak atau keturunannya sesekali mengambil kelapa itu, tentunya tidak boleh, makanya, kami tidak mau main-main dengan tanah wakaf yang sudah diberikan kepada pihak lain,” jelas Zukifli, sembari memperlihatkan isi surat Habib Bugak yang dikirim kepada Pemerintah Arab Saudi tempoe doeloe.

BACA JUGA...  Dipaksa Dukung Ganjar, Musannif Pilih Hengkang Dari PPP

Zulkifli juga menjelaskan, selama ini pemerintah maupun dari dana Baitul Asyi belum memberikan perhatian terhadap keberadaan kuburan Habib Bugak.

“Kami tidak pernah menerima dana dari Baitul Asyi untuk memugar atau membangun lokasi kuburan kakek kami, melainkan kami bangun dengan biaya dari keluarga besar kami, namun, karena anggaran belum memadai, sehingga jalan menuju ke lokasi dimakam kakek kami masih apa adanya atau belum diaspal,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Habib Bugak masih keturunan dari Nabi Muhammad SAW adalah seorang ulama besar Aceh asal Timur Tengah, konon kabarnya pernah ikut membantu kerajaan Aceh untuk pengemabangan Islam kala itu, lalu meninggal dan dimakamkan di tempat sekarang, yakni, Gampong Pante Peusangan, Bugak, Kecamatan Jangka, Bireuen. [MS].

Berita Terkait

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat
Empat Pengurus Forum Pimred Provinsi Resmi Dilantik di Malam Anugerah Pena Emas 2026
Pimred Award 2026 Digelar Sabtu Malam, Sejumlah Tokoh Aceh Jadi Penerima

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:05 WIB

Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat

Berita Terbaru

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB

Himbauan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:33 WIB

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB