“Saya benar-benar kecewa atas kepemimpinannya (maksudnya Rema-red) dalam memimpin sidang lembaga yang besar dan terhormat itu, sehingga saya menilai yang bersangkutan kurang layak jadi pimpinan, ” kata Azmir.
Selain dinilai gagal dalam memimpin sidang, menurut H. Azmir, Ketua Sementara DPRK juga terkesan “lemah” dalam memenej sidang tersebut mulai dari persiapan hingga ke pelaksanaan dan penyediaan fasilitas penunjang.
Menurutnya, penundaan jadwal sidang yang terlalu lama hingga lebih dari dua jam, membuktikan ketidakmampuan pimpinan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi.
Ironisnya, Ketua Sementara DPRK Rema, sesumbar memberikan alasan molor karena Forkopimda belum hadir.
“Tidak bisa mengkambing-hitamkan pihak lain atas ketidakmampuan kita,” kata Azmir.
Sementara itu, sebagian besar wartawan yang hadir meliput sidang sempat kesal, karena merasa tidak dihargai.
Perlakuan itu, mulai dari tidak tersedianya satu pun kursi tempat duduk hingga ke persoalan konsumsi.
Akibatnya, wartawan terkesan tidak tertib karena terpaksa lesehan di lantai dan lalu lalang kesana kemari. Demikian juga dengan konsumsi yang terbatas (hanya 1O bungkus nasi) untuk lebih dari 30-an wartawan yang hadir atas undangan resmi.




