Hal itu sangat perlu dilakukan sebagai bukti awal untuk memastikan jika korban keracunan karena makanan MBG dari SPPG Blang Nisam. Mengingat awal mula korban keracunan dilarikan ke Puskesmas sekitar jam 16:00 dimana pada jam tersebut korban yang mayoritas siswa sudah kembali ke rumah masing-masing.
Lebih lanjut Musaitir berharap agar keputusan pemberhentian operasional sementara waktu SPPG Blang Nisam dapat dipertimbangkan kembali dengan teliti,bayangkan dari 2805 orang yang mengkonsumsi makanan tersebut cuma 18 orang yang mengalami keracunan bahkan hal tersebut masih dalam status dugaan.”ungkap ketua DPRK Aceh Timur.
Sementara itu Syahril tokoh pemuda Desa Blang Nisam sangat menyayangkan atas pemberhentian sementara waktu SPPG Blang Nisam mengingat SPPG tersebut tidak hanya membantu untuk penyaluran MBG semata,tetapi juga sebagai tempat warga desa Blang Nisam mencari nafkah dengan menjadi pekerja di SPPG itu.
Sebagai tokoh pemuda Syahril berharap agar SPPG Blang Nisam dapat beroperasi kembali seperti biasanya,”.pungkasnya penuh harap.(Haskad)
Halaman : 1 2















