BLANGPIDIE (MA) – Ketua DPP Forum Komunikasi Perjuangan dan Perdamaian Aceh (FKPPA), Ahmad Yani yang akrab disapa Polem Muda, mengutuk keras pergelaran konser musik yang digelar di Bumi Serambi Mekah pada malam 1 Muharram 1446 Hijriah.
Polem Muda Ahmad Yani menyesalkan sikap Pj Gubernur Aceh yang tampaknya tidak memperhatikan rusaknya nilai-nilai keislaman dalam peristiwa tersebut.
“Saya selaku ketua DPP Forum Komunikasi Perjuangan dan Perdamaian Aceh mengecam keras pergelaran konser di bumi Aceh, baik yang di Banda Aceh maupun pembukaan Popda di Aceh Timur yang bertepatan dengan malam 1 Muharram,” tegas Polem Muda Ahmad Yani lewat siaran persnya pada media Rabu, (10/7).
Mantan ketua FORKAP Aceh itu juga menyoroti kinerja anggota DPR Aceh yang tampaknya tidak responsif terhadap peristiwa yang memalukan negeri Syariat Islam ini.
Ia menegaskan bahwa anggota DPR Aceh memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi pengawasan, bukan hanya fokus pada anggaran dan pokir semata.
“Tanah indatu ini perlu juga dijaga dan diawasi dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, termasuk dari konser musik itu,” katanya.
Sebagai informasi, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah berulang kali mengeluarkan fatwa larangan konser di bumi Aceh. Namun, konser-konser tetap berlangsung di beberapa tempat, termasuk di Aceh Timur yang dibuka oleh Penjabat Gubernur Aceh pada malam 1 Muharram.




