“Kita melihatnya kasihan, bang. Banyak sekolah yang terbengkalai karena sosok kepala sekolahnya tidak ada… sekolah ibarat lembaga tanpa pemimpin, vacuum of power,” ujarnya pada Senin, 4 Agustus 2015 di Banda Aceh.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Mutasi massal kepala sekolah di Kabupaten Aceh Tengah, yang berlangsung pada 11 Juli 2025, telah menimbulkan kekosongan jabatan signifikan — beberapa kepala sekolah belum menempati tempat tugas selama lebih dari tiga pekan, hingga awal Agustus 2025 .
Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Amru Hidayat ST.P, dari Tanah Gayo, mengungkap keprihatinannya.
“Kita melihatnya kasihan, bang. Banyak sekolah yang terbengkalai karena sosok kepala sekolahnya tidak ada… sekolah ibarat lembaga tanpa pemimpin, vacuum of power,” ujarnya pada Senin, 4 Agustus 2015 di Banda Aceh.
Menurut catatan terdapat tiga nama kepala sekolah yang dilantik tanpa memenuhi persyaratan administratif utama.
Di lain pihak, Pemerintah Kabupaten melaporkan bahwa dari 224 orang yang dilantik, 21 tidak hadir tanpa keterangan resmi.
Ketiadaan kepala sekolah telah membuat berbagai kegiatan administratif dan kegiatan pembelajaran mandek.
Guru kesulitan mengambil keputusan strategis, koordinasi antar-jurusan melemah, dan penandatanganan dokumen penting terhenti.





