Kepsek PAUD dan TK di Aceh Utara Ikuti Seminar IKM

Selasa, 28 Maret 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdakab Aceh Utara Dr. A. Murtala,M.Si.

Sekdakab Aceh Utara Dr. A. Murtala,M.Si.

LHOKSUKON (MA) Ratusan kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam Kabupaten Aceh Utara mengikuti seminar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Selasa, 28 Maret 2023.

Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si, bertempat di aula Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon. Selain para Kepala Sekolah PAUD/TK negeri maupun swasta, kegiatan itu juga turut dihadiri oleh Penilik Pendidikan Luar Sekolah dan para Pengawas.

Hadir pula GM Penerbit Pustaka Mulai Sejahtera Abdul Malik, S.Ag, Kabid Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Mahdalena, SE, MSM, serta sejumlah pejabat terkait lainnnya.

Untuk mengampu kegiatan seminar tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari PT. Pustaka Mulia Sejahtera, yaitu Nokky Panji Wibowo, SS, M.Pd, yang dikenal sudah cukup berpengalaman dalam implementasi kurikulum merdeka.

BACA JUGA...  Ayah Wa Salurkan Paket Bantuan Korban Banjir di Tanjong Ceungai

Dalam arahannya Sekda Dr. A. Murtala, M.Si, antara lain mengatakan menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya seminar implementasi kurikulum merdeka bagi para Kepala PAUD/TK se-Aceh Utara. Kegiatan ini sangat strategis untuk menunjang pengetahuan dan wawasan para pelaku pendidikan sehingga implementasi kurikulum merdeka pada jenjang pendidikan PAUD menjadi lebih terarah dan maksimal.

Anak usia dini, kata Murtala, adalah generasi masa depan yang cemerlang, mudah-mudahan kita nanti bisa melihat keberhasilan generasi kita ke depan dalam menjalankan dunia pendidikan atau menghadapi dunia modern. Peran guru sangat besar terhadap mereka nantinya. “Idealnya kita selalu menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada contohnya dulu dengan kurikulum yang lama, barangkali metode mengajar yang yang lama dengan metode mengajar hari ini pasti itu ada perbedaan, apakah kita sudah menyesuaikan perbedaan itu? Jika belum, apa yang harus kita lakukan? Banyak persoalan yang harus menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” ungkap Murtala.

BACA JUGA...  Kruu...Seumangat..!! Kepulangan Kafilah Aceh Utara MTQ Aceh XXXVI Disambut di Pendopo Bupati 

Persoalan ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab dari para pimpinan pendidikan di TK/Paud. Akana tetapi peran pemerintah juga besar, peran dunia usaha juga diperlukan, dan lebih penting lagi peran dan dukungan masyarakat.

Itu juga tidak akan cukup, apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang modern sedangkan kemampuan yang dimiliki terbatas. “Ini belum kolaborasi, jadi semua kita harus mengambil bagian sesuai dengan tanggung jawab kita masing-masing untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Aceh Utara,” harap Murtala.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Jamaluddin, M.Pd, dalam laporannya mengatakan kurikulum merdeka adalah kurikulum yang fokus pada materi esensial, sehingga guru tidak buru-buru dalam mengajar. Guru lebih memperhatikan proses belajar murid dengan menerapkan pembelajaran yang mendalam dan berbasis projek.

BACA JUGA...  Dua Anggota DPR Aceh, Ayah Wa dan Tarmizi Panyang Disambut Oleh Tokoh Masyarakat Banda Baro

Kata dia, kurikulum merdeka juga memberikan jam pelajaran khusus untuk pengembangan karakter melalui kegiatan P5. Selain itu, kurikulum merdeka juga memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk merancang kurikulum sendiri, dan guru dapat menyelesaikan pembelajaran dengan tingkat kemampuan muridnya.

Menurut Jamaluddin, sebagian besar sekolah di Aceh Utara sudah melaksanakan kurikulum merdeka jalur mandiri dengan katagori mandiri berubah. “Sekolah di Aceh Utara sudah menerapkan kurikulum merdeka dengan baik. Guru-guru kita memperdalam pengetahuannya tentang kurikulum merdeka melalui pelatihan mandiri di PMM dan kegiatan KKG/MGMP,” ungkap Jamaluddin.(Sayed Panton).

Berita Terkait

Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 
Satu Data, Sasaran Nyata
Teuku Adian Makmur Dilantik 
Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI
Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 
Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 

Berita Terbaru

OLAHRAGA

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 24 Unimal melakukan penanaman tanaman.

PENDIDIKAN

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB

RAGAM BERITA

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:27 WIB

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA

NANGGROE

Belum Genap 2 Tahun, M. Nasir Tinggalkan Kursi Sekda Aceh

Minggu, 23 Agu 2026 - 12:41 WIB

Foto bersama di puncak Benteng A Batere Meteo Gampong CIT Ba'U Sabang

PERISTIWA

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:38 WIB