Hasto juga memaparkan data-data kondisi kekinian stunting di setiap daerah. Aceh Utara sebagai salah satu daerah lokus stunting diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang lebih solid di antara semua stakeholder sehingga upaya-upaya penurunan angka stunting dapat berjalan maksimal.
Sedangkan Dr. Tan Shot Yen tampil offline memaparkan materi di hadapan peserta tentang pola pencegahan stunting melalui pemberian asupan gizi yang cukup kepada ibu hamil dan anak.
Tan Shot Yen adalah seorang dokter lulusan FK Universitas Tarumanagara, yang menyelesaikan pendidikan Profesi Kedokteran Negara FKUI pada 1991. Ia meneruskan pendidikan magisternya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara serta mendapatkan gelar tertinggi akademik sebagai Doktor Ahli Gizi Komunitas di FKUI pada 2014.
Menurut Dr. Tan, stunting disebabkan oleh gangguan gizi kronis sejak ibunya hamil hingga anak usia 2 tahun, atau sering disebut 1000 hari pertama kehidupan. Pada saat inilah seharusnya asupan gizi benar-benar diperhatikan, merupakan cara paling prioritas untuk mencegah anak stunting.
Dikatakan, pembentukan dan pertumbuhan 80 persen kapasitas otak adalah saat usia anak 0 sampai 2 tahun. Di usia inilah sangat perlu anak- anak diberikan asupan gizi yang cukup. Jika pada usia ini anak-anak mengalami gizi kronis, maka pada tahap kehidupan berikutnya dia akan mengalami berbagai kendala dalam pertumbuhan dan kesehatan, termasuk mengalami stunting.




