
Bupati menjelaskan bahwa pembangunan SPAM baru ini bukan hanya berorientasi pada Kecamatan Langkahan, tetapi juga untuk memperluas cakupan layanan hingga ke Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, dan Baktiya, empat kecamatan dengan pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
“Jika SPAM baru ini terealisasi, masyarakat di beberapa kecamatan akan menikmati air bersih secara lebih merata dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas hidup warga, juga akan mendukung kesehatan lingkungan dan mendongkrak produktivitas,” kata Ayah Wa.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Aceh Utara dalam menyediakan layanan dasar yang memadai bagi semua masyarakat tanpa terkecuali.
Masuk ke Proyek Multi-Years Kementerian PUPR
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Oscar RH Siagian, menyampaikan bahwa pembangunan SPAM Langkahan telah masuk dalam daftar proyek indikatif multi-years Kementerian PUPR.
“Rencana ini sedang kami proses secara bertahap. Kami ingin memastikan kesiapan lokasi, ketersediaan sumber air baku, serta kelengkapan dokumen teknis. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar persyaratan administrasi dan teknis dapat segera dipenuhi,” ungkap Oscar.




