Bireuen, (ADC) – Kejaksaan Negeri Bireuen sepertinya mulai menampakkan keseriusan dalam menangani penggunaan dana desa, yang di sebut-sebut sarat dengan berbagai ketimpangan.
Tidak mengherankan jika Kejaksaan Negeri Bireuen mulai menunjukkan taringnya, ”Ada dua desa yang sedang kita proses dengan menghimpun data, yang berkasnya sudah kita teruskan ke bidang pidana khusus (Pidsus) Kejari Bireuen untuk dipelajari dan ditindaklanjuti,” Ucap, Fri Wisdom S Sumbayak, SH kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (19/9).
Kasi Intel Kejari Bireuen itu, menyebutkan jika pihaknya serius dalam mengusut dugaan ketimpanan dalam pengunaan dana desa yang diantarnya melibatkan oknum aparatur desa itu sendiri. “Kali ini. kita mengusut dugaan penyimpangan di dua desa, yang kasusnya di proses di Kejaksaan Negeri Bireuen,:” Tanggapnya, namun Fri Wisdom, tidak bersedia merincikan dua desa tersebut yang disebut-sebut sudah diaudit oelh inspektorat Kabupaten Bireuen menyangkut jumlah kerugian negara.
Menurutnya, terkait dengan pengelolaan dana desa di Kabupaten Bireuen, sebenarnya ada beberapa desa yang sedang ditangani kejari Bireuen, namun masih dalam proses pengumpulan data serta keterangan penyelidikan di sejumlah desa itu. Tentu saja, belum bisa dipublikasikan menyangkut nama-nama desanya, Kita tunggu saja prosesnya yang memang sedang berjalan,” jelas Fri Wisdom.
Kasi Intel Kajari Bireuen, menjelaskan, menyangkut kasus yang sedang ditanganinya yaitu, APBG yang digarap pelaksana , ysng tidak sesuai RAB . Realisasi di lapangan, juga tidak sesuai dengan realisasi pelaporan dan ada pula faktor Administrasi yang kemukinan pelaporannya tidak disertai bukti-bukti pembelian maupun bukti pembayaran.,” jelas Fri Wisdom.
Pihaknya memastikan jika Kejari Bireuen tidak tinggal diam, dalam hal penanganan kasus-kaus korupsi. Bahkan berencana memangil Geuchik –Geuchiek serta perangkatnya, menyangkut penggunaan dana desa yang di duga sarat dengan berbagai masalah yang kemudian berlanjut terjdinya penyimpangan dana desa yang di maksud. Pungkasnya. (Maimun Mirdaz)




