Mengawali kunjungannya, Kasad dan Ketua Umum Persit didampingi Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, Danrem 011/Lilawangsa Ali Imran, unsur Forkopimda Aceh, serta tokoh masyarakat menuju SD Negeri 7 Desa Glee Dagang, Kecamatan Sawang.
Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyapa para siswa sekaligus menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan.
Selain itu, Kasad bersama rombongan meninjau pelaksanaan pengobatan gratis yang digelar Rumah Sakit Kesrem TNI AD TK-III Lhokseumawe. Kegiatan sosial kesehatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis.
Agenda berikutnya adalah peluncuran 200 titik Jembatan Garuda di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Desa Lhok Kuyun. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita jembatan gantung oleh Kasad bersama Bupati Aceh Utara.
Kasad mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan sekaligus peluncuran program pembangunan jembatan yang menyasar daerah terdampak bencana.
“Kami bersama rombongan melaksanakan Safari Ramadan sekaligus meluncurkan 200 titik Jembatan Garuda Merah Putih, termasuk meninjau pembangunan infrastruktur untuk percepatan pemulihan sekolah yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh,” ujar Kasad.
Menurutnya, TNI AD telah melakukan survei terhadap ratusan jembatan di wilayah terdampak bencana yang membutuhkan perbaikan maupun peningkatan kapasitas.
“Kami memprioritaskan pembangunan jembatan di daerah terdampak bencana. Dari sekitar 480 titik yang sudah disurvei, banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Termasuk kerja sama dengan Kemendikdasmen serta penyediaan lebih dari 400 titik air bersih oleh Kementerian Pertahanan di tiga provinsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan yang dibangun TNI AD sangat membantu masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
“Banyak wilayah yang sebelumnya terputus kini sudah terhubung kembali. Bahkan masyarakat juga meminta pembangunan jembatan Aramco agar kendaraan dapat melintas,” katanya.
Program pembangunan tersebut, lanjutnya, dilaksanakan melalui kerja sama antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan semangat gotong royong.




